Turis Swiss Tersesat di Raja Ampat Belum Ditemukan, Medan Sulit
TEMPO.CO | 10/10/2019 23:37
Kawasan Raja Ampat, 2012
Kawasan Raja Ampat, 2012

TEMPO.CO, Jakarta - Pencarian terhadap Aurelien, seorang wisatawan asal Swiss yang dilaporkan hilang di dalam hutan Misool, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, dihentikan sementara karena medan yang sulit dijangkau.

Kepala Kantor Basarnas Sorong Sunarto saat dikonfirmasi, Kamis, 10 Oktober 2019, mengatakan bahwa hingga kini pria asal Swiss tersebut belum ditemukan dan belum diketahui pula kondisinya.

Dia mengatakan bahwa pencarian terhadap wisatawan asing tersebut telah dihentikan karena medan yang ditempuh sulit. Tim pencari korban di Misool telah ditarik kembali ke Sorong.

Menurut dia, kendala pencarian adalah medan yang sulit menuju tempat atau titik di mana korban minta pertolongan melalui satelit. Akses menuju tempat itu berkarang terjal.

"Operasi pencarian dihentikan sementara dan masih dilakukan pemantauan titik di mana korban meminta pertolongan untuk operasi lebih lanjut," ujarnya.

Dikatakannya, wisatawan asing tersebut melakukan perjalanan darat dari Kampung Gamta menuju Kampung Atkari Misool, Raja Ampat dengan waktu tempuh  10 hari pada 4 Oktober 2019.

Tanpa pemandu, pria tersebut menelusuri hutan Gamta menuju Atkari dan pada Selasa, 8 Oktober wisatawan tersebut meminta pertolongan dengan melaporkan kontak darurat International Emergency Response Coordination Center (IERCC) 911 agar dievakuasi.

"Korban meminta dievakuasi karena logistik telah habis dan tidak dapat melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan yang telah direncanakan," kata dia.

Berita lain tentang penyelamatan turis Swiss di Raja Ampat, bisa Anda baca di  Tempo.co.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT