Karhutla di Areal HTI Kalteng, Danrem AkanTempuh Jalur Hukum
TEMPO.CO | 02/09/2019 21:26
TNI dan Polri melakukan pemadaman karhutla di Palangka Raya (Tempo/Karana we)
TNI dan Polri melakukan pemadaman karhutla di Palangka Raya (Tempo/Karana we)

TEMPO.CO, Palangka Raya - Dansatgas Karhutla Kalteng yang juga Danrem 102 Panju Panjung Palangka Raya, Kolonel Arm Saiful Rizal mengultimatum perusahaan Hutan Tanaman Industri ( HTI) di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur yang arealnya diduga terbakar untuk segera memberikan penjelasan.

"Saya target dalam minggu ini ada kejelasan siapa pemiliknya dan setelah ketemu baru kita ambil langkah lain seperti penegakan hukum,"ujarnya kepada Tempo di Palangka Raya. Senin, 2 September 2019.

Menurut dia, selama terjadi kebakaran di areal HTI itu tak ada satupun dari pihak perusahaan yang bertanggung jawab. Bahkan sebelumnya ia sempat menduga yang terbakar itu adalah areal milik salah satu perkebunan kelapa sawit, namun ternyata dugaannya salah.

Saat ini menurut perwira menengah TNI AD asal Malang, Jawa Timur itu sejumlah langkah sudah dilakukanya untuk mendapatkan kejelasan mengenai status kepemilikan seperti deteksi dan verifikasi apakah sudah terdaftar, apakah sudah bersertifikat dan lainnya.

Apalagi, kata dia, perusahaan itu diduga  punya izin tapi belum melakukan eksplorasi tanpa ada alasan.

"Karena dari monitor saya, diduga perusahaan itu sudah pernah mendapatkan surat peringatan (SP) sampai kedua karena tidak mengelola lahan," kata Syaiful Rizal.

Danrem berjanji akan tetap melakukan pencarian terhadap pemiliknya dengan minta bantuan pada KLHK.  "Saya sudah cari siapa contact person yang bisa kita lakukan komunikasi tapi sampai sekarang belum bisa," ujarnya.

Untuk menuntaskan masalah itu ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, yang berjanji untuk membantu komunikasi dengan KLHK.

Saat ini yang dilakukan untuk mengamankan areal yang terbakar itu yakni dengan mengirim tim darat dari BPBD Kabupaten Katingan dan TNI, serta pemadaman dari udara.

"Kita juga sudah minta bantuan perusahaan sawit yang ada di situ untuk menggunakan drone milik mereka guna melakukan kontrol jangan sampai areal yang terbakar menyebar ke perkebunan," katanya. 

Berita lain tentang karhutla, bisa Anda simak di Tempo,co.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT