Masuk Top 500, Xiaomi Bagikan Saham ke Karyawan Rp 335 M
TEMPO.CO | 23/07/2019 20:32
CEO sekaligus pendiri Xiaomi, Lei Jun. (xiaomifanboy.blogspot.co.id)
CEO sekaligus pendiri Xiaomi, Lei Jun. (xiaomifanboy.blogspot.co.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Pembuat smartphone Cina Xiaomi Corp telah memberi setiap karyawannya 1.000 saham gratis perusahaan, senilai total 187,5 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 335 miliar untuk merayakan perusahaan yang masuk dalam daftar perusahaan global Fortune 500 terbaru untuk pertama kalinya.

Lebih dari 20.000 orang diberikan penghargaan saham pada 19 Juli, ketika saham perusahaan yang terdaftar di Hong Kong itu ditutup pada HK $ 9,11, kata Xiaomi, dalam sebuah pernyataan kepada bursa efek pada Selasa malam, 23 Juli 2019.

Harga saham penutupan 19 Juli mencerminkan penurunan 46 persen dari harga IPO Xiaomi sebesar HK $ 17 per saham setahun yang lalu.

Periode vesting saham adalah satu tahun, yang berarti staf yang meninggalkan perusahaan sebelum 19 Juli 2020 tidak akan dapat menguangkan hadiah tersebut.

Xiaomi masuk dalam perusahaan "2019 Fortune Global 500" yang diumumkan oleh majalah Fortune pada hari Selasa. Ini pertama kalinya perusahaan berusia sembilan tahun itu masuk dalam daftar bergengsi tersebut.

Xiaomi yang berbasis di Beijing berada di peringkat ke-468 dalam daftar Fortune Global 500 dan juga peringkat ke-7 dalam kategori Layanan Internet dan Pengecer, setelah membukukan pendapatan US $ 26,4 miliar dan laba bersih US $ 2 miliar di tahun keuangan sebelumnya.

Banyak perusahaan teknologi Cina lainnya juga masuk ke dalam daftar, seperti Huawei Investment and Holding, Alibaba Group Holding, dan Tencent Holdings.

"Sebagai yang termuda di antara semua perusahaan Fortune Global 500 (kecuali yang didirikan melalui merger), kami telah melampaui target setelah sembilan tahun yang lalu," pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan dalam sebuah surat terbuka kepada karyawan. Penghargaan saham juga diberikan kepada tim layanan alih daya, selain staf penuh waktu Xiaomi.

THE STAR | SOUTH CHINA MORNING POST


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT