Bos Apple: Apple Music Capai 60 Juta Pengguna
TEMPO.CO | 30/06/2019 07:51
Apple Music
Apple Music

TEMPO.CO, Jakarta - Apple Music telah mencapai tonggak sejarah pelanggan berbayar. Pada pertemuan di Prancis, Vice Presiden Service Apple Eddy Cue mengatakan kepada media Prancis Numerama bahwa Apple Music sekarang memiliki lebih dari 60 juta pelanggan yang membayar di seluruh dunia.

Baca: Spotify Punya 100 Juta Pelanggan Berbayar, Lewati Apple Music

Laman 9to5mac, Kamis, 27 Juni 2019 melaporkan bahwa Apple terakhir memberikan pembaruan tentang jumlah pelanggan berbayar Apple Music pada Januari. Ketika itu masih memiliki lebih dari 50 juta pengguna yang membayar.

Cue juga memberi tahu Numerama bahwa Apple terus menyempurnakan pengalaman  Apple Music di semua platform. "Saya sangat menghargai musik dan rilis berikutnya membuktikan bahwa layanan ini selalu dapat disempurnakan," kata Cue.

Cue menambahkan bahwa Apple Music versi iOS13 menghadirkan mode karaoke dengan lirik yang ditampilkan di layar. "Ini menjadi favorit saya, dan telah memasukinya sebagian besar," kata Cue. Dia juga mencatat bahwa Apple memasukkan semua lirik untuk fitur lirik baru di iOS 13.

Namun, angka 60 juta pelanggan Apple Music yang membayar masih lebih rendah dibandingkan Spotify, yang dikonfirmasi awal tahun ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna berbayar di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, bagaimanapun, diyakini bahwa Apple Music telah mengalahkan Spotify dan sekarang memiliki basis pelanggan membayar lebih besar.

Adapun popularitas Apple Music di kalangan pengguna Android, Cue sedikit bungkam mengenai itu, tapi ia mengatakan bahwa Apple Music adalah layanan streaming paling populer di ekosistem Apple

"Saya tahu angkanya, tapi aku tidak bisa memberitahu, yang bisa saya bagikan adalah bahwa di ekosistem Apple, Apple Music adalah layanan streaming nomor satu," tutur Cue.

Selain mengonfirmasi jumlah pelanggan Apple Music, Cue juga menawarkan beberapa warna pada pemecahan iTunes di macOS Catalina. Dia mengaku bekerja di iTunes dan Apple Music, dia menyukai iTunes tapi dia pikir Apple Music lebih dari segalanya. "Kami memiliki sesuatu yang lebih baik sekarang dan tidak ada gunanya melihat ke belakang," Cue melanjutkan.

9TO5MAC | MUSIC BUSINESS WORLDWIDE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT