Ini Alasan Apple Siri Tak Sepintar Amazon Alexa dan Google Assistant
TEMPO.CO | 08/06/2019 12:29
Apple Patenkan Fitur Serupa Siri di Desktop
Apple Patenkan Fitur Serupa Siri di Desktop

TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda menggunakan Apple Siri untuk mengingatkan janji pertemuan, atau meminta Amazon Alexa untuk memainkan, juga berkonsultasi dengan Google Assistant untuk laporan cuaca lokal?  

Namun, mengapa Siri tidak selalu mengerti apa yang Anda cari, yang membuatnya tidak lebih baik dibandingkan Amazon Alexa dan Google Assistant.  

"Salah satu tantangan Siri adalah citra negatif yang mereka ciptakan dengan terlalu menjanjikan, dan kurang memberi pada masa-masa awal," kata Keyvan Mohajer, pendiri dan CEO SoundHound, sebuah perusahaan asisten virtual yang bersaing dengan Siri, seperti dilansir laman CNBC, baru-baru ini.

Kemungkinan alasan lain yang membuat Siri tertinggal adalah karena standar privasi Apple yang ketat. Sementara banyak asisten virtual mengumpulkan sebanyak mungkin data Anda untuk melatih AI mereka.

Apple telah bersikap vokal tentang pentingnya meminimalkan dan menganonimkan pengumpulan data semacam itu. Meskipun disarankan bahwa ini menghasilkan asisten yang kurang berguna, Apple sangat tidak setuju.

"Tantangan lain yang mereka miliki adalah, mereka belum benar-benar meningkatkan basis pengetahuan secepat yang Anda harapkan," ujar Mohajer. "Sementara Amazon berubah dari beberapa keterampilan menjadi ratusan dan ribuan, bahkan puluhan ribu. Sedangkan Apple belum benar-benar membangun ekosistem pengembang."

CEO Apple Tim Cook dalam pidatonya saat hadir di Duke University pada 2018, menjelaskan bahwa perusahaannya menolak alasan bahwa memanfaatkan teknologi secara maksimal berarti memperdagangkan hak atas privasi pengguna. Lebih dari itu, Apple adalah perusahaan yang terkenal sangat rahasia.

Natalie Schluter, seorang associate professor di IT University of Copenhagen menyatakan Apple terlalu tertutup.

"Biasanya di Amazon, di Google, di perusahaan lain, Microsoft, kami para peneliti, kami semua bekerja di bidang yang sama dan kami pergi ke konferensi yang sama. Kami menerbitkan, kami berkolaborasi bersama. Apple adalah buku tertutup yang lengkap," tutur Schluter.

Namun, sepertinya Apple sudah mulai menganggap hal-hal ini lebih serius. Tahun lalu Apple mempekerjakan John Giannandrea, seorang ilmuwan komputer terkenal dari Google untuk menjadi Wakil Presiden Senior Pembelajaran Mesin dan Strategi AI. Dan awal tahun ini Apple merekrut Ian Goodfellow, salah satu peneliti AI terbaik Google, untuk menjadi direktur pembelajaran mesin.

Pekan ini di Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2019, Apple mengumumkan pembaruan untuk Siri Shortcuts, serta pembaruan pada teks ke mesin Siri, yang sekarang menggunakan suara dan dihasilkan seluruhnya oleh perangkat lunak.

Mohajer menambahkan bahwa dirinya berfikir salah satu hal yang paling menjanjikan yang dapat dilakukan Apple adalah menciptakan komunitas pengembang  di sekitar Apple Siri.  

CNBC | CNET | WWDC 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT