Apple Undang Developer Cilik Ayush Kumar di WWDC 2019
TEMPO.CO | 06/06/2019 16:22
Ayush Kumar, pengembang usia 10 tahun, yang menghadiri konferensi WWDC Apple. Kredit: Jefferson Graham/USA Today
Ayush Kumar, pengembang usia 10 tahun, yang menghadiri konferensi WWDC Apple. Kredit: Jefferson Graham/USA Today

TEMPO.CO, Jakarta -Program Beasiswa Apple menawarkan kepada pembuat aplikasi muda tiket WWDC19 gratis (yang berharga lebih dari US$ 1.000 setara Rp 14,1 juta) dan penginapan untuk konferensi, serta satu tahun keanggotaan dalam Program Pengembang Apple. Usia minimum untuk masuk adalah 13, tapi untuk Ayush Kumar, Apple membuat pengecualian. 

Baca: Apple Umumkan Mac Pro 2019, Harga Rp 85 Juta

Developer cilik Ayush Kumar hanya diberikan waktu selama 30 menit oleh ayahnya untuk berada di depan layar komputernya selama sepekan. Selama setengah jam itu, menurut ayahnya, Amit, dia bermain Minecraft, menonton video YouTube, dan bermain coding.

Namun, siswa kelas empat itu sangat pandai dalam pengkodean, dan sangat menikmatinya. Amit menyebutkan sebuah kontes beasiswa yang diadakan oleh Apple, yang membawa siswa dari seluruh dunia untuk menghadiri Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) 2019, dan Ayush menerima tantangan itu.

"Saya mengatakan kepada Ayush, kamu mungkin tidak bisa masuk," kata Amit, seorang insinyur dan wirausaha di San Francisco Bay Area, seperti dilansir usatoday, Rabu, 5 Juni 2019, "tapi kami bisa mencobanya."

WWDC merupakan gelaran tahun Apple yang mempertemukan para developer atau pengembang iOS. Tahun ini WWDC 2019 digelar mulai pada 3-7 Juni 2019.

Kemudian Amit memperpanjang waktu di depan layar untuk akhir pekan, dan Ayush yang berusia 10 tahun masuk mendapatkan undangan dan hadir dalam gelaran WWDC 2019. "Saya suka coding," kata Ayush. "Dan saya pikir ini akan menjadi kesempatan luar biasa untuk berada di sini bersama pengembang dan mempelajari lebih lanjut tentang pengkodean."

Untuk diterima Apple, Ayush menciptakan aplikasi berbasis fisika dengan tuas ketapel yang dilepaskan untuk menembakkan proyektil. Dia terinspirasi oleh proyek sains kelas empat yang ia ciptakan untuk mengeksplorasi kecintaannya pada fisika. Aplikasi telah dikirim ke Apple App Store, dan sedang ditinjau.  

Ayush ingin menghadiri WWDC 2019 karena menurutnya, dia bisa belajar hal-hal baru tentang Apple dan hal-hal yang tampaknya membosankan, tapi menyenangkan untuk dipelajari. Hal-hal yang tidak dipikirkan orang, seperti privasi dan keamanan.

Ayush mengatakan bahwa dia telah mengkode sejak dia berusia 4 tahun, dan tujuannya adalah terus melakukannya agar seperti orang dewasa. 

"Saya ingin menjadi pengembang aplikasi. Saya juga suka mobil. Saya ingin membuat teknologi untuk mobil, seperti bekerja di layar lebar yang merupakan pusat Tesla," tutur Ayush. "Aku mungkin akan memulai perusahaan mobilku sendiri dan menjadi yang terdepan dalam teknologi untuk mobil."

Ketika diminta menyebutkan beberapa aplikasi favoritnya, Ayush menolak, karena ia tidak memiliki iPhone. Dia menggunakan iPad keluarga untuk bermain game. "Aku tidak suka hal-hal yang dewasa," kata dia. 

Di WWDC 2019, Apple menjabarkan perangkat lunak dan visi terbarunya untuk masa depan. Selama beberapa tahun terakhir, Apple telah mencoba membuat pengembang aplikasi hype dengan augmented reality, mencampur tindakan langsung dengan animasi.

Tahun ini, Apple melipatgandakan taruhannya, memperbarui alat AR-nya dengan perangkat lunak baru. "AR benar-benar baru dan sulit digunakan untuk membuat aplikasi," katanya. "Kamu harus memiliki permukaan yang rata dan semuanya harus beres dengan benar. Alat-alat baru, yang Apple sebut ARKit 3 membuatnya lebih mudah."

USATODAY | WWDC

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT