Review Nokia 3.1 Plus: Punya Sensor NFC, Tanpa Fast Charging
TEMPO.CO | 12/05/2019 05:37
Nokia 3.1 Plus. TEMPO/Khory
Nokia 3.1 Plus. TEMPO/Khory

TEMPO.CO, Jakarta - Review gadget kali ini Tempo berkesempatan menjajal smartphone Nokia 3.1 Plus. Pemegang merek Nokia, HMD Global, resmi meluncurkan ponsel pintar itu di Indonesia pada 19 Maret 2019 lalu. Nokia 3.1 Plus saat peluncurannya menjanjikan bahwa smartphone ini bisa diandalkan.

Baca: Resmi Dirilis, Ini 5 Fakta Menarik Nokia 3.1 Plus

Selama sepuluh hari mencoba ponsel Nokia 3.1 Plus ini dengan kapasitas RAM 3 gigabita (GB) dan memori internal 32 GB, Tempo mencoba berbagai fitur yang dipasang dalam smartphone.

Smartphone Nokia 3.1 Plus. Kredit: Tempo/Khory

Spesifikasi Nokia 3.1 Plus:
-Layar: 6,0 inci IPS LCD capacitive touchscreen, 16M color, screen-to-body ratio 77,5 persen, resolusi 740x1440 piksel dan aspek rasio 18:9
-SoC/Processor: MediaTek MT6762 Helio P22 (12 nanometer), CPU Octa-core 2.0 GHz Cortex-A53
-Grafis chip: PowerVR GE8320
-Memory/Storage: 3 GB/32 GB
-Baterai: Baterai Li-Ion 3500 mAh
-Konektivitas: Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by), MicroSD, Wi-Fi 802.11 b/g/n, WiFi Direct, Hotspot, Bluetooth, microUSB 2.0
-Kamera: bagian belakang Sensor kedalaman 13 MP, f/2.0, AF 5 MP, f/2.4, LED flash, HDR, panorama; kamera depan 8 MP, f/2.2
-Sistem Operasi: Android 9.0 (Pie)
-Harga Rp 2,399 juta

1. Unboxing

Smartphone dibungkus dalam kotak yang agak besar berwarna biru dan putih, dengan gambar Nokia 3.1 Plus, ditambah tulisan besar 'NOKIA' berwarna putih di bagian tengahnya, serta tulisan kecil Nokia 3.1 Plus di bawah kiri. Di bagian belakang kotak terdapat sedikit informasi tentang spesifikasi dari smartphone tersebut.

Di dalam kemasannya terdapat perangkat pendukung, seperti buku panduan, pin ejektor atau pembuka slot kartu SIM atau microSD. Kemudian terdapat juga earphone dan kabel microUSB 2.0, serta adaptor untuk mengisi daya baterai smartphone.

2. Desain dan layar



2. Desain dan layar

Nokia 3.1 Plus memiliki desain yang cukup ringan dengan bobot 180 gram. Smartphone pabrikan Finlandia itu memiliki dimensi 156,9x76,4x8,2 milimeter. Setiap sudut ponsel itu memiliki lengkungan sehingga membuat nyaman ketika digenggam.

Layarnya cukup kokoh dan bagian belakangnya terlihat berbeda, sebaiknya dilapisi dengan antigores atau pelindung benturan tambahan, agar lebih aman. Di bagian belakang dibalut struktur logam die-cast yang membuat bekas sidik jari tidak terlalu terlihat. Namun, bagian layar rentan terhadap bekas sidik jari yang kotor. Jika tidak rajin dibersihkan, maka ponsel akan terlihat jorok.

Dengan ukuran layar 6,0 inci IPS LCD, dan 740x1440 piksel, Nokia 3.1 Plus memiliki aspek rasio 18:9 dan 77,5 persen screen-to-body ratio. Smartphone ini hadir dengan dua varian warna, yakni Biru dan Baltik.

Di dalam kotak, Nokia tidak menyediakan softcase, sehingga pengguna perlu membelinya untuk melindungi bodi ponsel. Dengan memasang softcase pengguna tidak akan merasa licin ketika menggunakannya. Namun, disarankan untuk memilih hardcase agar ponsel lebih terlindungi.

Bagian layar bagian atas dan bawah terdapat bezel yang cukup tebal. Di atas sebagai tempat kamera depan, lampu LED penanda pesan dan speaker untuk mendengar komunikasi telepon. Di bagian bawah hanya terdapat tombol kembali, di kiri ketika ponsel menyala, dan tambol Google Asisstant di tengah.

Bagian sisi kiri bodi Nokia 3.1 Plus, tidak dipasang tombol, hanya terdapat dua slot, pertama tempat SIM card 1 dan kedua SIM Card 2 plus microSD. Sementara di sisi bagian kanan terdapat tombol pengaturan volume dan tombol power atau pembuka kunci.

Di bagian sisi bodi atas hanya terdapat lubang jack berdiameter 3,5 milimeter, dan bagian bawah terdapat speaker untuk suara dering pesan dan telepon masuk, serta lubang untuk kabel microUSB di tengah.

Di bagian belakang, Nokia memasang dua kamera dan lampu flash, dan tepat di bawahnya terdapat bulatan simetris untuk pemindai sidik jari. Di bagian tengahnya tertulis Nokia dan paling bawah terdapat tulisan androidone. Secara keseluruhan, Nokia kurang memanfaatkan sisi bagian kiri bodi, karena tidak memasang salah satu tombol yang dipasang di sebelah kanan.

3. Hardware dan Performa

Nokia 3.1 Plus yang dijajal Tempo memiliki kapasitas RAM 3 GB dengan memori internal 32 GB, serta dipadukan dengan sistem operasi Android 9.0 atau Pie, juga Android One. Dengan begitu, pengguna bisa mengunduh aplikasi sesuai dengan kebutuhannya. RAM dan memori internal itu didukung dengan chipset besutan MediaTek, Helio P22 octa core yang memiliki kecepatan hingga 2.0 GHz, chip grafis Mali-G72 MP3.

Chip Helio P22 membuat daya baterai Nokia 3.1 Plus lebih irit saat pemakaian sehari-hari, bahkan untuk bermain game, meskipun hanya 3500 mAh. Tempo mengunduh dua game yakni Metal Soldier 2 dan Mobile Legend untuk menjajal performa ponsel. Kedua game tersebut menyajikan grafis yang kaya warna. Ketika dimainkan dengan Nokia 3.1 Plus, tampilan grafisnya kurang cerah dan gerakan gambar juga kurang halus.

Hal yang mengganggu lainnya adalah letak speaker di sisi bawah kiri dan lubang jack earphone di atas yang agak mengganggu karena terhalang tangan saat bermain game. Kelebihan Nokia 3.1 Plus, layarnya sangat nyaman untuk bermain game dengan metode geser.

Smartphone juga sudah dilengkapi sensor NFC yang biasa dipasang di smartphone flagship. Dengan hadirnya NFC, pengguna dapat melakukan transfer data secara cepat, mengecek e-money, mengisi e-money, membayar transaksi digital, dan masih banyak lagi.

Nokia 3.1 Plus juga dilengkapi dengan inovasi software dan hardware. Android One yang membekali smartphone menawarkan pengalaman cerdas dan aman. Anda akan mendapatkan lebih banyak daya baterai dan ruang penyimpanan karena tidak ada skin tambahan atau aplikasi pihak ketiga. Anda juga dapat menikmati layanan Google terbaru seperti Google Assistant dan Foto Google dengan penyimpanan foto gratis dan berkualitas.

4. Kamera



4. Kamera

Kamera Nokia 3.1 Plus di bagian belakang ada dua dengan sensor 13 megapiksel beraperture f/2.0 plus 5 megapiksel yang memiliki aperture f/2.4 yang dilengkapi LED flash dan bagian depan 8 megapiksel beraperture f/2.2. Tidak seperti seri sebelumnya, Nokia 3.1 Plus tidak dibekali fitur yang bisa menjalankan kamera depan dan belakang digunakan secara bersamaan atau disebut fitur Bothie.

Selain itu Tempo menjajal beberapa mode, sebagai contoh mode Live Bokeh. Hasil gambar dengan mode tersebut memang cukup terasa blurnya, tapi harus menyesuaikan fokusnya. Nokia juga memasukkan mode persegi, untuk mengambil gambar bentuk persegi yang cocok untuk diunggah di media sosial Instagram.

Untuk mengambil gambar dengan mode biasa hasilnya cukup baik, kurang lebih sama dengan smartphone di kelasnya. Nokia juga tidak menyertakan mode Pro. Selain itu, Mode yang terpasang dalam kamera belakang yakni Panorama, Manual, Video, Gerak Lambat dan Selang Waktu.

Saat dipakai siang hari, reproduksi warna kamera cukup baik. Warna putihnya juga akurat. Hal ini membantu memastikan tingkat detail gambar yang ditangkap kamera. Soal kamera, Nokia 3.1 Plus memang bisa dibilang cukup dalam kisaran harga ponsel yang sama, meski gambarnya masih mengandung noise.

5. Pesaing

Seri ini berada di segmen yang sangat kompetitif. Begitu banyak alternatif untuk smartphone di pasar Rp 1 juta hingga Rp 2 jutaan. Saingan terdekatnya adalah Galaxy A10 yang memiliki layar HD+ berukuran 6,2 inci resolusi 720x1520 dengan Infinity-V Super AMOLED.

Galaxy A10 dipasang chip Exynos 7884B, yang didampingi dengan RAM yang lebih rendah dibandingkan Nokia 3.1 Plus 2 GB/ 32 GB. Dengan harga Rp 1,799 juta, Galaxy A10
memiliki satu kamera belakang dengan sensor 13MP beraperture f/2.0, dan kamera depan 5MP aperture f/1.9, serta baterainya lebih kecil, hanya 3400 mAh.

Selain itu, yang bisa menjadi perbandingan Nokia 3.1 Plus adalah Redmi 7. Layarnya lebih besar, menggunakan layar IPS LCD berukuran 6.26 inci bezelless beresolusi 1520x720 piksel. Layar juga sudah dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 5 yang membuat antigores pada layar.

Redmi memasang kamera dengan sensor yang lebih tinggi dari Nokia, kamera depan beresolusi 8 MP dan mengusung dua kamera belakang beresolusi 12 MP plus 5MP. Disenjatai chip Snapdragon 632, Redmi 7 hadir dengan dua varian RAM dan memori internal 2GB/ 16GB dihargai Rp 1,599, dan varian 3GB/32GB dihargai Rp 1,899 juta, lebih murah dibandingkan Nokia 3.1 Plus.

Dan yang terbaru yang bisa menjadi pesaing Nokia 3.1 Plus adalah Realme C2, yang diluncurkan di Indonesia pada 8 Mei 2019. Hadir dengan layar dewdrop notch, layarnya memiliki ukuran 6,1 inci, beresolusi 720x1560 piksel dan rasio aspek 19,5: 9.

Chip yang dipasang sama dengan Nokia 3.1 Plus Helio P22, tapi baterai yang terpasang lebih tinggi, 4.000 mAh. Dari segi kamera yang dipasang juga berbeda, Realme C2 memasang dual kamera belakang sensor 13 MP aperture f/2.2 ditambah sensor sekunder 2 MP aperture f/2.4.

Sementara kamera depan memiliki sensor 5 MP dengan aperture f/ 2.0 yang ditambah fitur efek bokeh. Untuk harga, Realme C2 dibanderol Rp 1.499 juta untuk 2GB/16GB dan varian 3GB /32GB Rp 1.699.000.

Berita lain tentang review smartphone dan Samsung Nokia 3.1 Plus bisa Anda simak di Tempo.co.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT