Persebaya Diganjar Sanksi Berat Komdis PSSI
BACAINI.ID | 27/09/2022 13:13
Persebaya Diganjar Sanksi Berat Komdis PSSI
Suporter Persebaya Surabaya alias bonek. ANTARA/Zabur Karuru

Bacaini.id, SURABAYA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI BRI Liga 1 2022/2023 menjatuhkan dua sanksi sekaligus kepada Persebaya Surabaya. Selain sanksi denda sebesar Rp100 juta, tim berjuluk Bajul Ijo harus menjalani lima kali pertandingan kandang tanpa penonton.

Hasil keputusan Komdis PSSI tersebut secara resmi ditandatangani Ketua Komdis PSSI Irjen Pol (Purn) Drs. Erwin TPL Tobing, tertanggal 22 September 2022. Berikut dua sanksi yang diberikan kepada Persebaya:

Keputusan

1. Merujuk kepada Pasal 69 Ayat 1 jo Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disipin PSSI Tahun 2018, klub Persebaya Surabaya dikenakan sanksi denda sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Keputusan

1. Merujuk kepada Pasat 69 Ayat 2 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018. Klub Persebaya Surabaya dan Panitia Pelaksana Pertandingan Persebaya Surabaya dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton (sebagai tuan rumah) sebanyak 5 (lima) kali pertandingan berturut-turut dan berlaku sejak pertandingan terdekat.

2. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Sanksi yang dijatuhkan merupakan buntut dari kerusuhan yang terjadi saat Persebaya menelan kekalahan dari RANS Nusantara FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dengan skor akhir 1-2. Berlaku sebagai tuan rumah, kekalahan itu membuat ratusan Bonek, suporter fanatik Bajul Ijo merasa kecewa. Mereka menginvasi lapangan dan melakukan perusakan sejumlah fasilitas stadion.

Persebaya sendiri juga mengunggah salinan keputusan Komdis PSSI tersebut melalui akun instagram resmi @officialpersebaya pada Minggu, 25 September 2022. Unggahan tersebut dibubuhi caption awal ‘kerugian miliaran rupiah’.

“Persebaya harus menelan kerugian mencapai miliaran rupiah akibat tragedi kerusuhan 15 September 2022 lalu,” tulisnya.

Dalam akun resminya itu, Persebaya menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi dari biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan stadion dan beberapa infrastruktur, ditambah membayar denda hingga benefit ke sponsor yang tidak bisa di-deliver akibat larangan kehadiran penonton di laga home.

“Kita harapkan bersama, kerusuhan ini menjadi yang terakhir dan bersama-sama memperbaiki diri untuk Persebaya yang lebih baik,” akhir caption unggahan tersebut.

 

Bacaini.id.


BERITA TERKAIT