Sempat Dilirik, Ini Alasan Semen Padang FC Tak Pilih Stadion Utama Sumbar sebagai Kandang
LANGGAM.ID | 01/07/2022 08:12
Sempat Dilirik, Ini Alasan Semen Padang FC Tak Pilih Stadion Utama Sumbar sebagai Kandang
Ilustrasi Sepak Bola. (shutterstock.com)

Langgam.id – Manajemen Semen Padang FC sempat ingin menjadikan Stadion Utama Sumatra Barat (Sumbar) sebagai homebase atau kandang tim untuk mengarungi Liga 2 2022. Namun tak terwujud karena pembangunan belum selesai.

CEO Semen Padang FC, Win Bernadino mengatakan, pihaknya telah survei ke sejumlah stadion yang ada di Sumbar untuk dijadikan kandang tim pada Liga 2 2022. Di antaranya, Stadion M Yamin di Sijunjung, Stadion Utama Sumbar di Padang Pariaman, dan Stadion Haji Agus Salim di Padang.

Kemudian, kata Win, Semen Padang FC memilih Stadion Haji Agus Salim untuk kandang pada Liga 2 2022 ini. Hal itu ditandai setelah keluarnya izin penggunaan stadion oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar kepada PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP).

“Kita sudah terima surat izin resminya, selanjutnya kita melakukan sejumlah perbaikan supaya lolos verifikasi,” ujar Win, Selasa (28/6/2022).

Menurut Win, sebenarnya Semen Padang FC menginginkan Stadion Utama Sumbar sebagai homebase, dan juga sudah dilakukan opengecekan ke lapangan, namun stadion itu masih belum lengkap fasilitasnya.

“Memang secara fasilitas, dalam rencananya Stadion Utama Sumbar pasti paling lengkap, cuma sekarang masih dalam proses pengerjaan,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, salah satu kebutuhan penting yaitu lampu stadion. Hal itu hanya dimiliki Stadion Haji Agus Salim dengan lengkap. Sementara, Stadion Utama Sumbar lampunya masih di sebelah barat dan tidak ada di sebelah timur.

“Kalau yang lain-lainnya kayak tribunnya itu di timur, utara dan selatannya belum selesai pembangunannya, kemudian bench, dan mobiler di dalam ruangannya juga belum ada,” jelasnya.

Kalau dipaksakan menggunakan Stadion Utama Sumbar, lanjut Win, Semen Padang FC tidak akan kuat untuk membayar perbaikan, karena akan memakan biaya yang lebih besar. Sementara, dengan pemakaian Stadion Haji Agus Salim pihaknya mengeluarkan biaya sekitar Rp1 miliar untuk perbaikan.

“Tidak kuat kita untuk menyiapkan perbaikan itu, kita bertumpu harapan mudah-mudahan Pemprov segera menyelesaikan pembangunan Stadion Utama Sumbar,” ucapnya.

Win mengaku sangat berharap sekali pembangunan Stadion Utama Sumbar menjadi homebase Semen Padang FC. Apalagi didukung dengan harapan tim bisa lolos ke Liga 1.

Namun, dikatakan Win, pihaknya tidak mengetahui kapan pembangunan stadion yang memiliki kapasitas sekitar 40 ribuan orang itu bakal selesai.

“Bukan hanya keinginan saja, tetapi memang berharap sekali kita bisa dengan stadion yang baru, harapannya saat kita promosi ke Liga 1 di stadion yang baru, sama seperti Persita dulu seingat saya bermain di stadion yang baru, tetapi dengan syarat stadionnya selesai,” katanya.

 

langgam.id


BERITA TERKAIT