Sidang Kasus Mafia Skor PSSI, Mbah Pri Beberkan Aliran Duit Rp 800 Juta
SATELITPOST.COM | 22/05/2019 10:00
Sidang Kasus Mafia Skor PSSI, Mbah Pri Beberkan Aliran Duit Rp 800 Juta
Dwi Irianto alias Mbah Putih menjalani sidang kasus mafia bola.

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Sidang kasus mafia bola di Pengadilan Negeri Banjarnegara memasuki babak baru, Senin (20/5/2019). Hal ini menyusul pernyataan terdakwa kasus mafia bola, Priyanto alias Mbah Pri terkait aliran dana Rp 800 juta kepada beberapa pihak. Aliran dana tersebut dimungkinkan berkaitan dengan keseluruhan kasus mafia bola.

Dalam sidang kemarin, Priyanto mengaku menerima uang sebesar Rp 800 juta. Jumlah tersebut didapatnya di kurun waktu 2017-2018. Ia juga menyebut ke mana dana-dana tersebut dialirkan. Antara lain, membayar wasit, Mbah Putih, Johar Lin Eng (Ketua Asprov PSSI Jateng), sementara beberapa digunakan oleh dirinya sendiri.

BACA: Bupati Banjarnegara: Mobdin Bukan Buat Mudik

Mbah Pri mengatakan, secara keseluruhan, dirinya sudah memberikan uang kepada Johar senilai kurang lebih Rp 200-250 juta. Uang tersebut dibayarkan agar Pri mendapatkan keleluasaan untuk memilih wasit pertandingan Liga 3 Jateng.

“(Pemberian uang) ini inisiatif saya, dia tidak pernah minta dan melihat pertandingan ada kejadian yang tidak semestinya,” ujar Priyanto. Tak hanya kepada Johar, sebagian uang juga diberikan kepada Mbah Putih.

Dibenarkan

Dalam sidang kemarin juga dihadirkan saksi dari salah satu bank BUMN, Cahyani Intan P. Ia memberikan penjelasan terkait dua rekening milik Mbah Putih. Ia juga membeberkan informasi aliran dana dari terdakwa lain dalam kasus yang sama.

“Ada tiga transaksi yang masuk dari Prijanto (Mbah Pri) senilai Rp 40 juta yang dilakukan dalam tiga transaksi, yakni tanggal 23 Oktober 2018 sebesar Rp 5 juta, 29 Oktober 2018 sebesar Rp 20 juta, dan 13 November 2018 sebesar Rp 15 juta,” katanya.

Selain itu, juga ada aliran dana dari terdakwa lain yakni Johar Lin Eng, baik masuk maupun keluar ke rekening mbah Putih. “Untuk kegunaan dana tersebut saya tidak tahu, karena bank hanya mengetahui sebatas keluar masuk atau transaksi rekening,” katanya.

Terkait aliran dana dari tiga terdakwa lain, serta mantan Manajer Persibara Lasmi Indaryani, saksi mengatakan tidak ada. Hanya ada dua nama yang sesuai dengan hasil penyidikan. “Banyak transaksi yang masuk, tetapi sesuai dengan permintaan saat penyidikan hanya ada dua nama, sementara nama terdakwa lainnya tidak ada,” katanya.

BACA: 13 Ribu Paket Sembako Dijual Murah

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Banjarnegara Fitria Septriana mengatakan, sebenarnya, dalam sidang kemarin akan dihadirkan saksi mahkota. Namun, yang bersangkutan tidak dapat hadir. Oleh karenanya, hanya saksi dari pihak bank saja yang dimintai kesaksian.

“Untuk saksi mahkota tidak bisa hadir, sehingga persidangan hanya meminta keterangan saksi dari pihak bank terkait aliran dana dari rekening terdakwa,” katanya. (maula@satelitpost.com)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT