Sidang Kasus Mafia Pengaturan Skor PSSI Ungkap Aliran dana
SATELITPOST.COM | 13/05/2019 10:00
Sidang Kasus Mafia Pengaturan Skor PSSI Ungkap Aliran dana
MANTAN Manajer Persibara memberikan keterangan saat menjadi saksi sidang kasus mafia bola di Pengadilan Negri Banjarnegara ,kemarin.

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Mantan Manajer Persibara, Lasmi Indaryani akhirnya memenuhi janji untuk buka-bukaan data terkait kasus mafia bola di Liga 3 PSSI. Dia menunjukkan beberapa hal terkait permintaan dana dari para terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Kamis (9/5/2019).

Dalam kesaksiannya, Lasmi mengaku dimintai sejumlah uang oleh terdakwa. Uang tersebut diperlukan untuk membawa timnya lolos ke kasta yang lebih tinggi. Dana tersebut mengalir secara bertahap ke beberapa rekening dan diserahkan langsung. Selain itu, dia juga diminta untuk menjadi Manager Timnas U-16 putri.

BACA: Buka-Bukaan di Sidang Kasus Mafia Bola, Lasmi Lega

“Kalau total anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih, baik itu untuk Persibara, termasuk untuk Timnas yang katanya mau diganti, tetapi hingga saat ini belum juga diganti,” kata Lasmi saat memberikan kesaksian kemarin.

Dana tersebut juga termasuk permintaan uang muka agar Persibara Banjarnegara dapat lolos dan menjadi tuan rumah putaran nasional 32 besar. Dana tersebut dikirim secara bertahap kepada enam terdakwa.

Selain Lasmi, dalam sidang kemarin juga diperdengarkan keterangan dari saksi lain, yaitu, Ketua Harian Askab PSSI Banjarnegara, I Putu Dodi Mangkikit.

Seperti diketahui dalam sidang kemarin ada enam terdakwa. Mereka adalah Djohar Lin Eng, Dwi Irianto (alias Mbah Putih), Priyanto, Anik Yuni Artikasari, Nurul Safarid, dan Mansyur Lestaluhu. Enam tersangka tersebut diduga terlibat dalam pengaturan skor sepak bola Liga 3 tahun 2018. Keenam terdakwa merupakan limpahan dari Satgas Anti Mafia Bola bentukan Kapolri.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Yuniken Pujiastuti mengatakan, pertimbangan persidangan di Banjarnegara dipengaruhi beberapa faktor. Satu di antaranya, fakta bahwa TKP kasus tersebut adalah di Banjarnegara. Selain itu, kebanyakan saksi juga berasal dari Banjarnegara.

BACA: Ditinggal Tarawih, Rumah Terbakar

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Dipo Iqbal mengatakan, persidangan ini merupakan tahap awal pemeriksaan saksi. Saat ini ada tujuh saksi yang diperiksa. Antara lain, Mantan Manager Persibara Lasmi Indaryani, Mantan Ketua Harian Askab PSSI, Ketua Umum Askab PSSI Banjarnegara, pengurus, serta bendahara tim.

“Selaku penuntut umum, kami akan menyidangkan perkara ini secara objektif sesuai dengan kesalahan yang dilakukan terdakwa sesuai peraturan perundangan yang berlalu,” katanya. (maula@satelitpost.com)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT