Wartawan Goal Laporkan Pemain PSIM Ahmad Hisyam Tolle ke Polda DIY
KRJOGJA.COM | 23/10/2019 15:17
Wartawan Goal Laporkan Pemain PSIM Ahmad Hisyam Tolle ke Polda DIY
Budi Cahyono menunjukkan barang bukti yang dilampirkan dalam laporan ke Polda DIY. (Foto: Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pemain PSIM Ahmad Hisyam Tolle resmi dilaporkan ke Polda DIY, Rabu (23/10/2019) siang. Tolle dilaporkan Budi Cahyono, wartawan goal.com karena tindakan intimidasi memaksa menghapus file foto saat kericuhan di laga PSIM kontra Persis Solo Senin (21/10/2019) lalu. 

BACA: Ini 'Warning' Sultan untuk PSIM

Wartawan Budi hadir ke Mapolda DIY didampingi Janu Riyanto Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) dan banyak rekan wartawan sekitar pukul 10.30 WIB dan diterima SPKT Polda DIY. Konsultasi pada jajaran Direskrimum Polda DIY sempat dilakukan yang kemudian menjelaskan lebih detail terkait pasal yang dikenakan pada insiden yang dinilai menciderai kebebasan pers tersebut. 

Janu Riyanto yang mendampingi Budi mengungkap peristiwa intimidasi dan upaya perampasan file foto yang dilakukan pemain profesional sepakbola dan kemudian memancing emosi pihak-pihak lain tak bisa dibenarkan atasnama apapun. Menurut dia, jurnalis bekerja berdasar dan dilindungi undang-undang yang tentu membuat peristiwa seperti saat laga PSIM vs Persis tak terjadi. 

“Kami prihatin, kebebasan pers kita ternyata masih tidak berjalan dengan baik. Terlebih kejadian intimidasi dan upaya paksa menghapus file pekerjaan seperti ini dilakukan oknum pemain profesional. Kami berharap langkah ini membuat kasus-kasus serupa tak lagi terjadi kedepan,” ungkap Janu. 

Budi Cahyono sendiri mengungkap insiden intimidasi terjadi setelah ia mengabadikan momen kericuhan antar pemain di mana Ahmad Hisyam Tolle melayangkan tendangan pada Shulton pemain Persis Solo. Budi juga mengabadikan momen saat Tolle dirangkul coba ditenangkan salah satu pemain PSIM lainnya Aldaier Makatindu yang kemudian ternyata memancing amarah. 

“Tolle lihat saya lalu lari mengejar sambil memaksa saya menghapus file foto. Situasi saat itu begitu kacau, saya sempat didorong sampai tersungkur juga. Saya tetap diminta menghapus foto, saya tetap mendekap kamera saya untuk menjaga karena itu alat kerja pribadi saya. Saya bilang jangan di sini ayo kita bareng ke ruang ganti. Kamu kan tahu saya, saya sudah foto sejak kamu di Sleman juga. Tapi dia jawab, saya tidak mau tahu yang penting hapus sekarang, dengan nada emosi itu,” ungkap Budi. 

Budi lantas bersama beberapa pemain termasuk Tolle masuk ke selasar ruang ganti yang situasinya lebih kondusif. Di sana, Tolle masih dengan nada emosi meminta Budi menghapus file foto dibantu salah satu rekan pemain yakni Hendika Arga Permana dan Aldaier Makatindu. 

BACA: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Ricuh di Stadion Mandala Krida

“Masih ada intimidasi saat itu, saya tetap pegang kamera tapi Tolle memilih file foto yang minta dihapus. Arga Permana juga menunjuk foto-foto mana yang harus dihapus. Saya dalam tekanan ya akhirnya saya hapus baru akhirnya saya boleh keluar dan saya masuk ke ruang media Mandala Krida,” tandas dia. 

Sementara menyikapi adanya pelaporan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanto mengatakan pihaknya pada dasarnya menerima dan akan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. “Nanti apakah bisa ditindaklanjuti atau tidak, menjadi kewenangan tim penyidik dari Krimsus atau Krimum,” ungkapnya ditemui di Lobby Polda DIY. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT