Sultan HB X Ancam Tak Izinkan PSIM Berlaga di Mandala Krida
KRJOGJA.COM | 23/10/2019 15:03
Sultan HB X Ancam Tak Izinkan PSIM Berlaga di Mandala Krida

YOGYA, KRJOGJA.com - Insiden kericuhan suporter PSIM yang membakar satu mobil serta merusak tiga lainnya usai laga kontra Persis Solo, Senin (21/10/2019) petang kemarin mendapat tanggapan dari Gubernur sekaligus Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X. Sultan pun dengan tegas memberikan warning pada PSIM karena sepakbola dinilai tak lagi memberikan manfaat. 

BACA: Mobil Polisi Dibakar dan Dijarah, Begini Kronologinya

Kepada wartawan di STMM MMTC Yogyakarta, Selasa (22/10/2019), Sultan mengungkap rasa kecewa dengan insiden yang terjadi di Mandala Krida kemarin. Menurut Ngarsa Dalem, aksi beringas yang dilakukan pendukung PSIM tak mencerminkan masyarakat Yogyakarta yang berbudi luhur. 

“Saya sangat prihatin ya, kenapa alasannya tidak jelas para pendukung PSIM harus melakukan kekerasan dan pengrusakan pada aset-aset negara. Saya nggak ngerti, kenapa jadi orang yang beringas. Katanya orang Jogja ini berbudi luhur tapi kenapa keluarnya kekerasan. Ya kalau seperti ini, bukan sepakbola yang kita tonton tapi pertunjukan kekerasan-kekerasan yang kita tonton, ya lebih baik tidak usah ada sepak bola saja di Jogja karena hanya akan membangun budaya orang tidak beradab,” tegas Sultan. 

Sultan bahkan menyiratkan memberikan warning agar tak lagi memberikan ijin penyelenggaraan sepakbola di Yogyakarta termasuk penggunaan Stadion Mandala Krida. “Sayapun akan berpikir kalau Mandala Krida dipakai, kan gitu,” imbuh orang nomor satu di DIY ini. 

Kericuhan di Mandala Krida sendiri terjadi di akhir babak kedua PSIM vs Persis Solo dimulai dari ‘adu jotos’ para pemain di lapangan. Pemain PSIM Ahmad Hisyam Tolle dan Shulton dari Persis terlibat keributan saat Shulton dinilai memperlambat permainan dengan membawa bola setelah dinyatakan offside. 

Pemain PSIM yang masih tertinggal 2-3 emosi dan menyerang Shulton. Puncaknya, Hisyam Tolle yang sudah dikartu merah menghujamkan tendangan ke badan Shulton setelah berlari telanjang dada dari ruang ganti. 

Baca: Ricuh PSIM vs Persis, Fotografer Koran Lokal Dipukul Oknum Suporter

Penonton yang memang sudah sejak awal laga tampak panas karena lawan yang dihadapi adalah musuh bebuyutan akhirnya tersulut emosi. Ribuan orang turun ke lapangan dan berimbas pula hingga ke luar stadion. 

Satu unit mobil polisi dibakar, tiga mobil lainnya dirusak. Polisi dan suporter sempat terlibat saling serang selama beberapa saat di luar stadion. Sementara di dalam, terjadi pula pemukulan pada wartawan foto surat kabar lokal yang dilakukan oknum suporter. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT