Mafia Bola, Petinggi PSSI Berpotensi Tersangka
KRJOGJA.COM | 17/01/2019 12:06
Mafia Bola, Petinggi PSSI Berpotensi Tersangka
Logo PSSI. (pssi.org)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sejumlah petinggi di kepengurusan PSSI ditengarai bakal ditetapkan menjadi tersangka kasus pengaturan skor. Untuk keperluan ini, Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola mulai menyasar sejumlah petinggi di kepengurusan PSSI untuk ditetapkan sebagai tersangka. Karopenmas Divisi Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Dedi Prasetyo mengungkapkan, ada satu nama petinggi di PSSI yang saat ini kasusnya ditingkatkan ke penyidikan oleh satgas bola.

Nama petinggi tersebut berinisial IB  yang saat ini menjabat Kastaftum atau wakil ketua umum dua. "Kalau tersangka belum ya. Tetapi untuk (IB) potensi menjadi tersangka apabila pemeriksaan saksi-saksi telah selesai," ujarnya, Rabu (16/1/2019).

Dedi menerangkan, kasus IB ini sudah dilaporkan sejak awal Januari 2018. Pelapor atas nama manajer Perseba Bangkalan Imron Abdul Fatah. Ia melaporkan IB atas dugaan pemerasan dan penipuan yang terjadi 10 tahun lalu. Yaitu saat gelaran Piala Suratin 2009. Dalam laporan, Imron mengaku dimintai uang oleh IB yang saat itu menjadi Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). IB meminta uang kepada Imron sebesar Rp 115 juta agar menjadi tuan rumah babak delapan besar gelaran tersebut.

Menurut Dedi, dalam penyelidikan di satgas, Imron memberikan uang yang dimintakan IB. Transaksi dilakukan lewat tiga kali transfer antar rekening. Dua kali transfer pada Oktober 2009 dengan nominal Rp 40 dan 25 juta. Transfer terakhir, November 2009 sebesar Rp 50 juta. Tetapi, setelah transaksi dilakukan, Imron mengetahui penunjukkan tuan rumah Piala Suratin oleh PSSI saat itu tak dipungut sepeser pun biaya alias gratis. "Pelapor memberikan kepada satgas berupa bukti transfer kepada IB dan kawan-kawan," terang Dedi. 

Kawan-kawan yang dimaksud, Dedi mengungkapkan, yakni HS, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jatim. HS meloloskan Perseba sebagai tuan rumah. Dedi enggan membeberkan nama HS yang dimaksud. Namun, merujuk pada kepengurusan Asprov PSSI Jatim di era tersebut, yakni Haruna Sumitro yang saat ini menjadi pengurus di salah satu klub besar di Liga 1, Madura United FC.

Kasus IB ini, sebetulnya salah satu perkara pidana yang saat ini serius ditangani satgas. Sejak Kapolri membentuk Satgas Antimafia Bola pada akhir Desember 2018, sampai saat ini, sudah 10 tersangka yang dijerat pasal pidana. Para tersangka tersebut, diantaranya anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, dan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto. Serta mantan Komite Wasit Asprov PSSI Jawa Tengah (Jateng) Priyanto, bersama putrinya Anik Anika Artikasari.

Satgas juga melakukan penangkapan terhadap wasit Liga 3 Nurul Safarid. Kemarin (15/1/2019), satgas melakukan penangkapan paksa terhadap staf direktur perwasitan di PSSI bernama Mansyur Lestaluhu, sekaligus menetapkan manajer PSMP Mojokerto, Vigit Waluyo sebagai tersangka. Nama-nama tersebut, saat ini dalam tahanan Mabes Polri di Polda Metro Jaya, kecuali Vigit Waluyo yang saat ini dalam tahanan Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam kasus korupsi PDAM Jatim.(Imd)


BERITA TERKAIT