Tak Mau Jadi Kambing Hitam, Johar Lin Eng Bakal Bongkar Praktek Mafia Bola
KRJOGJA.COM | 01/01/2019 10:30
Tak Mau Jadi Kambing Hitam, Johar Lin Eng Bakal Bongkar Praktek Mafia Bola
Logo PSSI. (pssi.org)

SEMARANG, KRJOGJA.com – Mafia bola di tanah air bukan isapan jempol. Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng siap membongkarnya.

Pasca ditangkap oleh Satgas Antimafia Bola Polda Metro Jaya, anggota Komisi Eksekutif (Exco) PSSI ini menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya selama kurang lebih 13 jam. Johar diperiksa sejak Kamis (27/12/2018) pukul 14.00 hingga Jumat (28/12/2018) pukul 03.00 pagi.  

”Pukul 03.15 dilakukan tes kesehatan. Setengah 4 (03.30) diberikan surat perintah penahanan. Sejak hari itu dilakukan penahanan di Polda Metro,” ujar kuasa hukum Johar Lin Eng, Khairul Anwar saat ditemui di kantornya, Jumat (28/12/2018) malam.

BACA JUGA: Praktik Match Fixing Terjadi Juga di Liga 1?

Sedikitnya Johar dicecar 38 pertanyaan. Disampaikan, banyak hal baru terungkap dalam pemeriksaan yang tidak muncul dalam program acara Mata Najwa. Hanya saja, ia belum bisa menyampaikannya ke publik karena masih akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menyiapkan konstruksi hukum dalam menentukan langkah selanjutnya.

”Yang jelas banyak hal yang berbeda,” katanya.

Dalam kasus ini, pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa data di antaranya sejumlah chat WhatsApp. Hanya saja, memang di luar materi pemeriksaan yang dilakukan terhadap Johar. Data ini, diungkapkannya, mengarah bahwa dalam hal ini pelapor juga berperan aktif di dalam kasus.

”Tapi chat itu bukan ke Pak Johar, karena pemeriksaan tadi malam tidak menyentuh substansi ke sana. Tapi (chat itu) dari tersangka yang lain ada indikasi seperti itu,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan kinerja kepolisian yang baik, semua bisa terungkap secara gamblang ke masyarakat. Dengan demikian, dapat diketahui yang sebenarnya terjadi dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

”Nanti berjalannya waktu akan terungkap semua. Ketika terungkap, ini akan sangat ramai,” katanya.

Dalam kasus ini, Johar akan dijerat tiga pasal, yakni pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan, pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan, dan UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap.

Kairul mengatakan, berdasar keterangan yang diberikan kliennya, ia tidak menemukan unsur yang memenuhi pada kedua pasal di awal.

”Kalau acuannya di UU Nomor 11 Tahun 1980 kaitannya suap. Penyuap yang berinisiasi maksimal 5 tahun. Kalau yang menerima maksimal 3 tahun. Kalau berbicara itu, saya berharap semua yang terlibat bisa kena,” tandasnya.

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Apresiasi Satgas Anti Mafia Bola

Disampaikan pula, atas kasus ini keluarga Johar sangat shock. Ia memerintahkan kepada keluarga untuk tidak mengunjungi Johar dulu agar dapat konsentrasi penuh dalam menjalani pemeriksaan.

”Kita sampaikan proses, tahapan, risiko, ancaman hukumannya. Keluarga minta dimaksimalkan memperjuangkan. Saya memerintahkan awal tahun, jangan sekarang-sekarang,” kata dia. (*)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT