Timnas U-23 Indonesia, Begini Trik Beto Untuk Hadapi Bek UEA
TEMPO.CO | 23/08/2018 12:44
Aksi kiper timnas U-23 Indonesia, Andritany Ardhiyasa saat menyelamatkan gawangnya dari serangan pemain Hong Kong dalam laga terakhir penyisihan grup A cabang sepak bola putra Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin, 20 Agustus 2018
Aksi kiper timnas U-23 Indonesia, Andritany Ardhiyasa saat menyelamatkan gawangnya dari serangan pemain Hong Kong dalam laga terakhir penyisihan grup A cabang sepak bola putra Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin, 20 Agustus 2018. Dengan kemenangan tersebut, skuat Garuda Muda berhasil menjadi juara grup A dengan poin 9. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Penyerang Timnas U-23 Indonesia, Alberto Goncalves da Costa atau yang akrab disapa  Beto, optimis menatap babak 16 besar sepak bola putra Asian Games 2018. Menurut dia, keunggulan postur tubuh dimiliki para pemain Uni Emirat Arab tak menjadi halangan bagi Timnas U-23 untuk memenangkan laga yang akan berlangsung Jumat besok itu. 

Beto menilai kedua tim sudah tahu kekuatan masing-masing karena sudah saling menyaksikan sejumlah laga saat babak penyisihan grup. Karena itu, menurut dia, UEA juga akan mewaspadai kekuatan Timnas U-23 Indonesia yang tampil apik pada babak penyisihan. 

“Pasti lah, tim lawan juga sudah lihat kita berapa kali main, sudah tahu kualitas kita. Tetap kerja sama untuk tim, untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya usai menjalani latihan di Lapangan ABC, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Agustus 2018.

Soal  postur tubuh pemain UEA yang lebih tinggi, Beto menilai hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Para pemain Timnas U-23 Indonesia, menurut Beto, sudah terbiasa menghadapi pemain dengan postur lebih tinggi di liga domestik. Kekalahan postur tubuh, menurut dia bisa diatasi dengan kecepatan dan kualitas individu yang dimiliki punggawa Timnas U-23.

“Di liga Indonesia juga banyak stopper tinggi, sudah biasa ya. Mereka punya postur tinggi, kita punya kecepatan dan kualitas individu,” kata Beto.

Senada dengan Beto, gelandang Timnas U-23 Indonesia Evan Dimas menilai para pemain tak perlu takut dengan postur tubuh lawan yang lebih tinggi. Menurut dia, hal itu bisa diatasi dengan kerja sama tim yang kompak. 

“Kami main bola kan 11 orang, tidak usah minder kalau punya kemampuan. Kalau kami bisa kerja sama pasti bisa,” kata Evan Dimas.

Pada laga babak penyisihan Asian Games 2018, Timnas U-23 memang pernah dua kali menghadapi tim dengan keunggulan postur tubuh, yaitu Palestina dan Hong Kong. Pada laga melawan Palestina, Hansamu Yama cs menunjukan bahwa mereka memang mampu memberikan perlawanan ketat.

Pemain Timnas U-23 yang bertubuh mini, Irfan Jaya, sempat menjebol gawang Palestina untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Apesnya, Timnas U-23 harus menyerah 1-2 pada laga itu. 

Saat menghadapi Hong Kong, Timnas U-23 yang tampak telah belajar banyak pada laga melawan Palestina mampu bermain lebih baik. Alhasil, meski sempat tertinggal 0-1, Timnas U-23 berhasil menang 3-1 di akhir laga. Ketiga gol Timnas U-23 diciptakan berkat kecepatan dan kerjasama yang apik dari mereka. 

Beto menambahkan bahwa untuk menunjukan performa terbaiknya, Timnas U-23 membutuhkan dukungan penuh dari suporter. Karena itu, dia berharap suporter Timnas U-23 Indonesia bisa memenuhi Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada laga besok.

“Minta juga dukungan dari suporter ya sebagai motivasi kita,” kata Beto.

Laga babak 16 besar Asian Games 2018 antara Timnas U-23 Indonesia vs UEA akan berlangsung pada Jumat 24 Agustus 2018 pukul 16.00 WIB.  

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT