Mesut Ozil Mundur dari Tim Jerman, Bos Bayern Malah Senang
TEMPO.CO | 23/07/2018 17:55
Mesut Ozil Mundur dari Tim Jerman, Bos Bayern Malah Senang
Pemain Arsenal Mesut Ozil menahan bola saat bertanding melawan Tottenham Hotspur dalam Liga Primer Inggris di stadion Emirates, London, Inggris, 18 November 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Bayern Muenchen, Uli Hoeness, mengkritik pemain Arsenal, Mesut Ozil, hanya mencari alasan di luar sepak bola untuk menutupi pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman setelah gagal di Piala Dunia 2018.

Pada Minggu, 22 Juli 2018, melalui jejaring sosial Twitterm, Ozil menulis surat pernyataan pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman sebanyak tiga lembar.

Dalam pernyataannya itu, Ozil berbicara tentang perlakuan rasial dan tidak hormat yang diterimanya setelah bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Mei di London atau satu bulan  sebelum Piala Dunia 2018 dimulai.

Pemain berusia 29 tahun ini mengatakan keturunan asalnya dari Turki tidak dihormati oleh orang-orang yang mencela pertemuan itu. Ia pun menyatakan keputusannya berfoto bersama Erdogan di London itu tidak punya maksud politik apapun.

Tapi, Ozil mengatakan reaksi yang diterimanya dan sikap Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah Piala Dunia 2018 membuatnya tak ingin lagi membela tim nasional Jerman.

Alih-alih simpati kepada Ozil, Presiden Bayern, Hoeness, menuduh pemain lini tengah Arsenal itu menggunakan kontroversi fotonya bersama Erdogan untuk menutupi kelemahannya di lapangan.

Berbicara kepada SportBild di bandara udara Bayern, sebelum tim Bayern  terbang ke Philadephia, Amerika Serikat, untuk tur pramusim, Hoeness mengatakan, “Ozil sudah bermain buruk dalam beberapa tahun terakhir. Ia memenangi tackle terakhirnya pada Piala Dunia 2014.”

“Sekarang semua yang dilakukannya di lapangan hanya melakukan umpan-umpan silang. Kini, ia menyembunyikan dirinya sendiri dan penampilannya yang buruk di balik foto tersebut,” Hoeness melanjutkan.

Hoeness juga mengungkapkan setiap kali Bayern bertanding melawan Arsenal di kejuaraan antarklub Eropa, mereka selalu membidik Ozil. “Sebab, kami tahu ia adalah titik lemah dari lawan,” kata mantan pemain tim nasional Jerman pada Piala Dunia 1974 dan bekas gelandang Bayern itu.

Baca: Mesut Ozil Mengklaim Dirinya Telah Dijadikan Propaganda Politik

Ketika Ozil membawa Jerman memenangi Piala Dunia 2014 di Brasil, Hoeness lagi menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun karena penggelapan pajak. Ia kemudian dibebaskan pada akhir 2016 dan kemudian terpilih sebagai presiden Bayern.

METRO.CO.UK | MAIL ONLINE

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT