Polisi Spanyol Selidiki Manajer Manchester City Guardiola, Ini Masalahnya
TEMPO.CO | 22/12/2017 15:20
Polisi Spanyol Selidiki Manajer Manchester City Guardiola, Ini Masalahnya
Pelatih Manchester City, Josep Guardiola. Reuters/Carl Recine

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Spanyol disebut melakukan penyelidikan terhadap Manajer Manchester City, Pep Guardiola. Penyelidikan tersebut terkait aktivitas Guardiola dalam mendukung kemerdekaan Catalan.

Media-media Spanyol menyebutkan bahwa nama Guardiola masuk dalam daftar target kepolisian setelah pemerintah Spanyol menyatakan bahwa referendum kemerdekaan Catalan Oktober lalu ilegal. Referendum itu pun berakhir dengan kericuhan setelah polisi membubarkan paksa parlemen dan masa yang turun ke jalan.

Guardiola sempat tertangkap kamera dalam aksi demo damai kemerdekaan Catalan pada musim panas lalu. Dia sempat naik ke panggung dan melakukan orasi dengan mengatakan, "Saya akan memberikan suara untuk kemerdekaan Catalan pada 1 Oktober sekalipun pemerintah Spanyol tak menginginkan hal itu."

Polisi pun menginyelidiki aktivitas Guardiola dan sejumlah aktivis kemerdekaan Catalan lainnya. Mereka dianggap telah mempengaruhi opini publik untuk melawan pemerintah Spanyol.

Hingga saat ini, kepolisian Spanyol telah menangkap 4 orang aktivis kemerdekaan Catalan, yaitu: Oriol Junqueras, Joaquim Forn, Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart. Presiden Catalan, Carles Puigdemont, juga telah dinyatakan sebagai buronan setelah dia melarikan diri ke Brussels, Belgia.

Guardiola sendiri pernah mengenakan pita kuning di lengannya sebagai petanda protes agar rekan-rekannya tersebut dibebaskan.

"Jika UEFA dan FIFA atau Liga Primer ingin memberikan saya sanksi karena mengenakan pita kuning silahkan saja. Saya mengenakan itu untuk dua orang rekan saya yang dipenjara karena membela hak mereka untuk memberikan suara," katanya.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pun Guardiola soal ini.

DAILY MAIL


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT