Dicoret dari Timnas Belgia, Radja Nainggolan: Sakit di Hati
TEMPO.CO | 21/05/2018 22:14
Dicoret dari Timnas Belgia, Radja Nainggolan: Sakit di Hati
Pesepakbola keturunan Indonesia yang bermain untuk klub Cagliari Italia, Radja Nainggolan (4), berebut bola dengan kapten timnas U-23, Andik Vermansyah (21), saat eksebisi Jakarta All Star vs Indonesia U-23 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6). ANTARA/Ismar Patrizki

TEMPO.CO, Jakarta - Radja Nainggolan pemain berdarah Indonesia, mengakhiri karier internasionalnya pada Senin, 21 Mei 2018, setelah pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez, tidak mengikutsertakan gelandang AS Roma itu dalam skuadnya untuk Piala Dunia bulan depan di Rusia.

Meski sempat beberapa kali berselisih pada masa lalu, Martinez menegaskan mengambil keputusan yang tidak populer untuk kebaikan tim.

"Sangat enggan untuk mengakhiri karier internasional saya," kata Nainggolan, 29 tahun, dalam bahasa Inggris diĀ akun Instagram-nya satu jam setelah Martinez mengumumkan telah menemui sang pemain secara pribadi di Roma.

Martinez mengatakan strategi menyerangnya sejak ia mengambil alih tim menyusul kekecewaan saat Piala Eropa 2016 membuat tidak banyak peran yang dapat diberikan kepada Nainggolan, meski ia berandil besar dalam membawa Roma melaju ke semifinal Liga Champions tahun ini.

Sang pemain sendiri, yang juga mengumumkan rencananya untuk pensiun pada tahun lalu setelah Martinez mencoret dirinya, menganggap perselisihan pribadi sebagai sumber masalah.

"Saya selalu melakukan semua semampu saya untuk mewakili negara saya. Menjadi diri sendiri dapat mengganggu," ucap Nainggolan.

Dalam bahasa Belanda, Radja Nainggolan menulis, "Sayangnya, menjadi sesuatu yang NYATA tidak cukup untuk SEBAGIAN ORANG." Ia menambahkan, keputusan pensiun dari timnas memberinya rasa sakit di hati.

Klik halaman depan Teras.id untuk melihat berita terbaru


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT