Kunci Kebangkitan Arsenal di Liga Inggris: Pola Permainan Plus Pemain Muda
TEMPO.CO | 14/01/2021 15:40
Para pemain Arsenal berselebrasi setelah berhasil menambah gol saat melawan West Bromwich Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion The Hawthorns, Inggris, 2 Januari 2021. Pool via REUTERS/Michael Regan
Para pemain Arsenal berselebrasi setelah berhasil menambah gol saat melawan West Bromwich Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion The Hawthorns, Inggris, 2 Januari 2021. Pool via REUTERS/Michael Regan

TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal secara perlahan berhasil memperbaiki posisinya di klasemen Liga Inggris. Skuad asuhan Mikel Arteta saat ini menduduki posisi ke-11 setelah meraih tiga kemenangan beruntun.

Pada pertengahan Desember lalu, The Gunners masih terpuruk di posisi ke-15 setelah mengalami lima kekalahan dan dua kali imbang. Desakan akan pemecatan terhadap Arteta pun sempat disuarakan suporter.

Tiga kemenangan beruntun, empat jika dihitung dengan laga kontra Newcastle di Piala FA, dinilai mengembalikan kepercayaan suporter terhadap pria asal Spanyol tersebut. Yang membuat suporter semakin girang adalah karena Arsenal berhasil menggilas tim bertabur bintang sekaligus rival sekota mereka, Chelsea dengan skor 3-1 pada akhir Desember lalu.

Lantas, apa yang membuat performa Arsenal berubah 180 derajat? Media Sky Sport menilai ada perubahan besar yang dilakukan oleh Arteta dalam empat laga tersebut.

Salah satunya adalah keberanian dia memberikan kepercayaan kepada gelandang muda Emile Smith Rowe. Dia selalu bermain sejak awal pada tiga laga terakhir di Liga Inggris dan menjadi pemain pengganti pada laga kontra Newcastle United.

Rowe pun tak menyianyiakan kesempatan itu dengan mencetak dua assist dan satu gol. Mantan pemain Arsenal, Ian Wright, pun memuji performa si pemain.

Wright menilai Rowe berperan sangat penting untuk menghubungkan lini depan dan lini tengah. Bahkan, dia dianggap sebagai penyelamat Arsenal pada laga kontra Newcastle United dengan satu golnya pada babak tambahan pertama.

"Anda melihat pada Emile Smith Rowe dan kehadirannya dalam waktu hanya tiga pertandingan. Jujur, kehadirannya dalam tiga laga itu membuat saya berpikir kami akan kesulitan jika dia tak bisa menghubungkan antara lini tengah dan lini depan," kata Wright.

"Sudah sepantasnya dialah yang mencetak gol saat Lacazette masuk ke lapangan. Kami seharusnya kalah dalam pertandingan itu, dua peluang Andy Carroll hampir saja berbuah gol."

Selain itu, Sky Sports juga menilai Mikel Arteta mulai menemukan pakem terbaik bagi permainan Arsenal saat ini. Sejak awal musim, mantan asisten Pep Guardiola itu memang tampak kebingungan untuk menentukan formasi yang pas bagi timnya.

Dia sempat memainkan pola 3-4-3, 5-4-1, 4-3-3, 3-4-2-1 hingga pola klasik 4-4-2. Akan tetapi semuanya berubah dalam empat laga terakhir. Arteta tampak sudah mematenkan pola 4-2-3-1 bagi timnya.

Secara statistik, Sky Sports mencatat penampilan skuad Gudang Peluru lebih garang setelah perubahan pola tersebut. Jika sebelumnya mereka tercatat hanya membuat rata-rata 3,2 tembakan ke arah gawang, dalam empat laga terakhir Alexandre Lacazette cs mencatatkan 5,1 tembakan ke arah gawang.

Hasilnya tentu saja produktivitas gol mereka meroket tajam. Dalam empat laga terakhir mereka tercatat mampu mencetak 11 gol atau nyaris rata-rata tiga gol per pertandingan. Padahal pada tujuh laga sebelumnya mereka hanya berhasil mencetak tiga gol saja atau kurang dari setengah gol per pertandingan.

Prediksi Arsenal Vs Crystal Palace, Thomas Partey Akan Kembali Berlaga

Kejelian Arteta untuk mendorong Bukayo Saka lebih bermain ke depan juga dianggap sebagai kunci kebangkitan Arsenal saat ini. Saka sebelumnya lebih banyak bermain sebagai gelandang kiri atau bek kiri.

Uniknya, Arteta saat ini justru meminta Saka untuk beroperasi di sisi kanan dan sukses. Dua gol dan satu assist dalam empat laga terakhir menjadi bukti nyata pertaruhan Arteta terhadap pemain berusia 19 tahun itu.

Formasi 4-2-3-1 juga membuat Arteta harus memilih diantara Pierre-Emerick Aubameyang atau Alexandre Lacazette sebagai penyerang tengah. Pilihan Arteta jatuh ke Lacazette dan terbukti tepat.

Penyerang asal Prancis tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas yang masif dengan mencetak lima gol dalam empat laga terakhir. Padahal dari 16 laga sebelumnya dia hanya mampu mencetak empat gol saja.

Terbukanya keran gol Lacazette itu membuat Arsenal untuk sementara tak khawatir dengan tumpulnya Aubameyang. Meskipun demikian, Aubameyang masih tetap menjadi pilihan utama Arteta untuk sisi sayap kiri.

Satu hal penting yang juga harus digarisbawahi dari transformasi Arsenal adalah kepercayaan Arteta terhadap para pemain muda. Bukan hanya Emile Rowe Smith dan Bukayo Saka, Arteta juga memberikan kepercayaan kepada Kieran Tierney, Gabriel Martinelli, hingga Reiss Nelson dan Eddie Nketiah.

Darah muda pasukan Meriam London itu dianggap membuat performa Arsenal lebih bertenaga. Para pemain Arsenal dalam empat laga terakhir disebut berlari sejauh rata-rata 110 kilometer, lebih unggul dari enam tim yang menduduki posisi teratas klasemen Liga Inggris saat ini.

Meningkatnya performa Arsenal tentu akan membuat persaingan di Liga Inggris musim ini semakin panas. Apalagi tim-tim yang sempat memuncaki klasemen seperti Chelsea, Liverpool dan Tottenham Hotspur saat ini justru tengah menurun sementara Manchester United dan Manchester City tengah menanjak.

Dengan begitu, persaingan untuk memperebutkan trofi juara masih sangat terbuka. Dengan masih 13 laga tersisa, Arsenal masih sangat mungkin mengejar ketertinggalan 13 angka mereka dengan pemuncak klasemen.

Pada malam nanti, Arsenal pun berpeluang kembali memperbaiki posisi di klasemen Liga Inggris. Mereka akan menjamu tim asal London Selatan, Crystal Palace. Laga tersebut akan digelar pada Jumat dinihari pukul 03.00 WIB.

SKY SPORTS| METRO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT