Ini Asal Usul 5 Julukan Untuk Diego Maradona
TEMPO.CO | 27/11/2020 10:46
Legenda pesepakbola dunia asal Brasil yang kerap selalu dibandingkan kehebatannya di atas rumput hijau, Pele juga ikut terpukul atas meninggalnya Diego Maradona. Foto/Instagram/Pele
Legenda pesepakbola dunia asal Brasil yang kerap selalu dibandingkan kehebatannya di atas rumput hijau, Pele juga ikut terpukul atas meninggalnya Diego Maradona. Foto/Instagram/Pele

TEMPO.CO, JakartaDiego Maradona merupakan pesepakbola yang memiliki banyak julukan. Julukan itu disebut lebih didefinisikan oleh karakternya daripada oleh permainan sepak bolanya.

Maradona setidaknya memiliki lima julukan yang terkenal. Julukan itu diberikan baik saat dirinya sejak masih kecil hingga dia menggemparkan dunia dengan gol tangan tuhannya di Piala Dunia 1986. Tapi apa arti sebenarnya dari julukan itu dan dari mana asal usulnya?

1. El Pelusa (Si Bulu Halus)

Julukan El Pelusa itu sudah melekat pada diri Maradona sejak kecil, saat masih tinggal di kampung halamannya di Villa Fiorto. Dengan perawakannya yang pendek, kekar dan rambut keritingnya yang tebal, Maradona selalu lebih menonjol dari teman-temannya saat bermain bola.

Julukan Si Bulu Halus itu sebenarnya merupakan ejekan bagi fisik Maradona, namun hal itu tak menghentikan dia untuk terus bermain sepak bola hingga menggemparkan dunia dengan membawa Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 1986.

2. El Barrilete Cosmico (Si Layangan Kosmik)

Menjelang Piala Dunia 1986 di Meksiko, pemain Argentina Cesar Luis Menotti tidak setuju dengan keputusan untuk memberikan ban kapten kepada Maradona. Menotti menyoroti gaya hidup Maradona yang saat itu sudah mulai menggunakan narkoba.

Menotti menyebutkan bahwa kehidupan Maradona bak sebuah layang-layang yang hanya mengikuti arah angin.

"Maradona kehilangan identitasnya dan itu semakin parah," kata Menotti kepada pers saat itu. “Jika Maradona tidak berhenti hidup seperti layang-layang, terlepas apakah saya pergi atau tidak, dia bisa menjadi sosok penting di Piala Dunia."

Maradona, tentu saja, akhirnya menjadi sosok penting di turnamen yang digelar di Meksiko itu. Di sanalah dia menciptakan gol tangan ke gawang Inggris pada babak perempat final. Deskripsi layang-layang itu pun melekat pada dia selama turnamen tersebut.

3. El Cebollita (Bawang Kecil)

Julukan ini dibrikan oleh pemandu bakat Francisco Cornejo yang menemukan bakat Maradona. Cornejo lah yang pertama membawa Maradona untuk bergabung dengan akademi klub Argentinos Junior.

Cornejo menyatakan bahwa dia melihat pemain bertubuh kecil di sebuah wilayah kumuh di Argentina yang dia sebut sebagai Bawang Kecil. Pemain itulah yang kemudian dikenal sebagai Diego Armando Maradona.

Cornejo sendiri setelah itu menjadi agen Maradona dan sukses membawanya ke kancah Eropa setelah Barcelona membelinya pada 1982. Cornejo telah wafat pada 2008 lalu.

4. El Pibe de Oro (Si Bocah Emas)

Maradona merupakan pesepakbola pertama yang memecahkan rekor transfer dunia dua kali. Rekor itu tercipta saat dia dibeli Barcelona dari Boca Junior dengan mahar sebesar 5 juta pound sterling pada 1982.

Dua musim berselang, Barcelona menjualnya ke Napoli dengan mahar 6,9 juta pound sterling yang merupakan transfer termahal di dunia saat itu.

Menjadi pesepak bola pertama yang dua kali memecahkan rekor transfer dunia membuat Maradona mendapatkan julukan Si Bocah Emas. Meskipun demikian, julukan ini sebelumnya disebut telah digunakan oleh pemain Boca Juniors lainnya, Erneso Lazzatti.

5. Dios (Tuhan)

Maradona mendapatkan julukan Dios (Tuhan) setelah golnya ke gawang Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986. Gol itu diciptakan Maradona menggunakan tangannya akan tetapi luput dari perhatian wasit.

Dalam wawancara, Maradona menjelaskan soal gol itu. "Sebagian menggunakan kepala dan sebagian lainnya melalui tangan Tuhan," kata dia.

Sejak saat itulah gol itu disebut sebagai gol tangan tuhan dan Maradona mendapat julukan Dios dengan huruf I dan O diganti dengan angka 10 yang merupakan nomor punggung yang biasa dia gunakan.

Diego Maradona meninggal dunia pada Rabu siang 25 November 2020 waktu setempat. Dia disebut mengalami serangan jantung di kediamannya setelah merasa tak enak badan pasca menyantap sarapan.

Jenazah Maradona sempat disemayamkan di Istana Presiden Argentina, Casa Rosada, untuk memberikan kesempatan bagi warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Ribuan warga Argentina pun mengiringi peti jenazah Maradona menuju pemakaman Bella Vista, Buenos Aires, Argentina, pada Kamis petang kemarin.

MARCA| BBC


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT