Media Spanyol Kuliti Hubungan Real Madrid dengan Wasit di Laga El Clasico
TEMPO.CO | 26/10/2020 08:43
Gaya pemain Real Madrid, Sergio Ramos saat berselebrasi setelah menjebol gawang Getafe dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Afredo Di Stefano, Spanyol, 2 Juli 2020. Kemenangan itu membuat tim besutan Zinedine Zidane kini menduduki puncak klasemen d
Gaya pemain Real Madrid, Sergio Ramos saat berselebrasi setelah menjebol gawang Getafe dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Afredo Di Stefano, Spanyol, 2 Juli 2020. Kemenangan itu membuat tim besutan Zinedine Zidane kini menduduki puncak klasemen dengan koleksi 74 poin, unggul empat poin di atas juara bertahan Barcelona (70). REUTERS/Sergio Perez

TEMPO.CO, Jakarta - Laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid sudah berakhir dengan skor 1-3 pada Sabtu malam lalu, tetapi kontroversi yang terjadi di lapangan tampaknya masih terus berlanjut di Spanyol.

Media Spanyol Sport dalam laporan terbarunya menguliti sosok wasit Juan Martinez Munuera yang memimpin laga tersebut. Mereka sebelumnya menuding Munuera bepihak kepada Real Madrid karena memiliki keluarga yang mengidolakan Madrid.

Untuk membuktikan hal itu, Sport mendatangi langsung kota kediaman Munuera, Villjoyosa di kawasan Valencia. Mereka bertemu dengan Eleuterio Marin atau yang akrab disapa Elute, salah seorang pengurus tim sepak bola lokal, Jonense Atletico.

Kepada Sport, Elute mengaku mengenal dekat Munuera dan keluarganya. Juan Ramon Martinez, ayah Martinez Munuera, menurut Elute juga seorang wasit di divisi tiga Liga Spanyol. Menurut dia, bukan rahasia umum lagi bahwa Ramon Martinez dan keluarganya merupakan pendukung Real Madrid.

Elute bahkan menyatakan bahwa Ramon Martinez sangat bangga ketika mengetahui anaknya akan memimpin laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid. Ini adalah pertama kalinya Martinez Munuera memimpin laga paling bergengsi di sepak bola Spanyol tersebut.

Bagi Barcelona, menurut Sport, Munuera bukanlah sosok baru. Musim lalu mereka juga sempat dirugikan keputusan si wasit saat memimpin laga kontra Athletic Bilbao di ajang Copa del Rey. Barcelona kalah 0-1 saat itu dengan klaim mereka seharusnya mendapatkan penalti atas pelanggaran terhadap Frenkie de Jong.

Pada laga El Clasico akhir pekan kemarin, Munuera, dianggap membuat keputusan kontroversial saat memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid. Munuera melayani protes para pemain Real Madrid dengan menyempatkan melihat VAR kejadian terjatuhnya Sergio Ramos di kotak penalti Barcelona.

Melalui tayangan VAR itu, Munuera menyatakan bahwa Ramos ditarik kausnya oleh Clement Lenglet sehingga terjatuh. Ramos sendiri mengeksekusi penalti itu dan mengubah skor menjadi 2-1.

Mantan wasit Liga Spanyol, Andujar Olivier, menilai tarikan kaus Lenglet itu terlalu lemah untuk menyebabkan penalti.

Mantan wasit Liga Spanyol Andujar Oliver mempertanyakan keputusan Juan Martinez Munuera, wasit yang memimpin laga itu, memberikan Real Madrid tendangan penalti. Menurut dia, tarikan baju yang dilakukan Clement Lenglet terhadap Ramos.

Menurut dia, apa yang dilakukan Lenglet tak sama dengan yang dilakukan oleh Antonio Sanabria ketika Real Betis melawan Real Sociedad.

"Tarikan kecil itu bukanlah alasan untuk memberikan penalti, "kata Juan Andujar Oliver kepada Radio MARCA. "Ini tidak ada hubungannya dengan aksi Sanabria di Real Betis dalam pertandingan melawan Real Sociedad di mana tarikan, termasuk kartu merah, sangat jelas."

Pada kesempatan lainnya, Munuera tak menggubris protes pemain Barcelona. Mereka sempat memprotes bahwa mereka seharusnya mendapatkan penalti saat Lionel Messi dijatuhkan Casemiro di kotak penalti serta saat bola sepakan Ramos mengenai tangan Raphael Varane.

Laga El Clasico mungkin telah berakhir, namun kontroversi seperti ini kemungkinan besar akan tetap teringat dalam benak semua pendukung Barcelona.

SPORT


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT