Bayern Juara Liga Champions, Hansi Flick: Kami Akan Berpesta Entah Sampai Kapan
TEMPO.CO | 24/08/2020 06:35
Para pemain Bayern Munchen mengangkat pelatih Hansi Flick setelah
berhasil menjuarai Liga Champions 2019-2020 dengan menaklukkan PSG 1-9  di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters
Para pemain Bayern Munchen mengangkat pelatih Hansi Flick setelah berhasil menjuarai Liga Champions 2019-2020 dengan menaklukkan PSG 1-9 di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan Bayern Munchen menjuarai Liga Champions menjadi prestasi luar biasa bagi pelatih Hansi Flick. Dalam tempi 10 bulan betugas, ia mampu membawa timnya merebut treble atau tiga gelar sekaligus.

Bayern menjadi kampiun Liga Champions setelah mengalahkan PSG 1-0 dalam final di Lisbon, Portugal, Senin dinihari WIB. Kesuksesan itu dipastikan oleh gil tunggal Kingsley Coman.

Hasil ini memastikan Bayern meraih treble, setelah sebelumnya menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal.

Flick, yang ditunjuk Bayern November lalu untuk menggantikan Niko Kovac, kembali menunjukkan kejeliannya dalam laga itu. Ia memainkan Kingsley Coman sebagai starter, setelah sebelumnya lebih sering menyimpannya sebagai cadangan. Pemain itu kemudian menjadi penentu dengan golnya pada menit ke-59.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Kesuksesan Bayern Juarai Liga Champions

Kemenangan Bayern atas PSG di final Liga Champions adalah yang ke-21 berturut-turut. Mereka menjadi pertama yang memenangkan setiap pertandingan dalam kampanye Liga Champions.

Flick mengatakan timnya akan merayakan gelar juara itu dengan lama dan keras. "Saya belum menetapkan batas waktu kapan pesta harus dihentikan. Sangat tepat untuk merayakan ketika Anda memenangkan sesuatu. Anda harus mengadakan pesta dan saya tidak tahu kapan pesta itu akan berakhir," kata dia.

Bayern tidak dalam performa terbaiknya di final, tapi Flick merasa mereka layak menjadi pemenang.

"Begitu banyak orang yang pantas mendapatkan pujian atas kemenangan ini," kata dia. "Anda melihat selama musim dingin seberapa besar tekad yang kami miliki di tim ini, yang jelas merupakan sesuatu yang Anda inginkan sebagai seorang pelatih."

"Itu adalah pertandingan dengan tempo tinggi, oktan tinggi dengan peluang di kedua tim. Yang hebat adalah bagaimana kami bermain karena banyak orang bertanya-tanya bagaimana Bayern akan bertahan melawan lini depan mereka yang mengesankan."

"Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan skor itu. Kami memiliki sikap yang baik di luar sana melalui penampilan tim yang sangat enak untuk dilihat."

"Kami benar-benar mempersulit lawan. Ketika Anda memikirkan bagaimana kami bekerja secara defensif hingga menit ke-92, (Robert) Lewandowski mengejar bola, itu luar biasa. Itu adalah penampilan tim yang lengkap."

Dengan gelar, Bayern Munchen menyamai torehan Liverpool dengan menjuarai Liga Champions enam kali. Mereka masih di bawah Real Madrid (13 kali juara) dan AC Milan (7).

UEFA | OMNI SPORT | MIRROR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT