Barcelona, Liga Champions, Horchata, La Rambla, dan Lionel Messi
TEMPO.CO | 09/08/2020 08:13
Pemain Barcelona Lionel Messi mengeksekusi tendangan bebas saat bertanding melawan Sevilla dalam La Liga Spanyol di Ramon Sanchez Pizjuan, di Sevilla, Spanyol, 19 Juni 2020. REUTERS/Marcelo Del Pozo
Pemain Barcelona Lionel Messi mengeksekusi tendangan bebas saat bertanding melawan Sevilla dalam La Liga Spanyol di Ramon Sanchez Pizjuan, di Sevilla, Spanyol, 19 Juni 2020. REUTERS/Marcelo Del Pozo

TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona FC lebih dari sekadar klub sepak bola. Més que un club. Jika tidak ada pandemi virus corona, hari ketika Barca bertanding melawan Napoli pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou seperti dinihari tadi, Minggu 9 Agustus 2020, atau Sabtu waktu setempat adalah hari libur buat masyarakat di ibukota provinsi Catalan itu. 

Apalagi, pertandingan dinihari tadi berlangsung dalam musim panas. Jika tidak ada pandemi, warga Barcelona akan berduyun-duyun ke kawasan Camp Nou, yang bisa dicapai dengan menaiki trem atau L3/L5 metro dari tengah kota.

Jika tidak pergi ke Camp Nou, merayakan hari pertandingan klub berjuluk Blaugrana ini dan menunggu hasilnya bisa dilakukan dengan bercengkerama di kawasan Las Ramblas atau La Rambla sambil minum horchata, ketika suasana siang hari terasa lebih panjang pada musim panas. 

Suasana di Barcelona dinihari tadi dipastikan lebih semarak, meski masih harus menjaga jarak karena pandemi, setelah Lionel Messi memimpin Blaugrana mengalahkan Napoli 3-1 untuk melaju ke perempat final Liga Champions dengan keunggulan agregat 4-2.

Setelah gelar mereka di La Liga dirampas musuh bebuyutan, Real Madrid, tak ada yang lebih bisa membanggakan masyarakat Catalan selain melihat ikon mereka kembali menjuarai Liga Champions Eropa.

Seorang sopir taksi yang mengantar penulis ketika meliput Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona mengatakan, “Jika tim Barca sedang bertanding, maka seluruh warga di sini ikut terlibat.”

Pada 1992 adalah masuk dalam eranya The Dream Team Barcelona di bawah kepemimpinan Johan Cruyff sebagai manajer. Camp Nou digunakan tim nasional Spanyol saat itu untuk mengalahkan Polandia di cabang sepak bola.

Era itu sudah jauh berlalu, tapi Barca tetap menjadi ikon masyarakat Barcelona dan provinsi Catalan sampai sekarang. Apalagi, ada pemain terhebat di muka bumi ini di Camp Nou, Lionel Messi.

Memang ada isu penyerang Argentina itu ditawari Inter Milan untuk pindah, dengan iming-ming kontrak empat tahum senilai Rp 4,5 triliun. Ia digembar-gemborkan sudah mulai frustrasi di Barcelona setelah bergabung dengan klub ini sejak 2005 dan membawa Barca memenangi  La Liga 10 kali, Liga Champions empat kali, dan memenangi penghargaan individu pemain terbaik dunia, Ballon d'Or, enam kali.

Tapi, bila melihat penampilan Lionel Messi di Camp Nou, tanpa penonton, dinihari tadi, Minggu 9 Agustus, dengan mencetak satu gol, sebagai kapten, dan inspirator tim, kemungkinan besar Lionel Messi akan memperpanjang kontraknya di Barcelona yang akan habis pada 20201.

Lionel Messi adalah ikon Barcelona FC terbesar setelah Johan Cruyff. Ia seperti minuman horchata. Ini  minuman dingin halus dan lembut yang memadukan beras yang direndam dalam air dan dimaniskan dengan kayu. Asalnya dari Meksiko, tapi sudah menjadi salah satu “upacara wajib” untuk diminum jika anda mengunjungi kawasan La Rambla, jalan sepanjang 1,3 kilomeer yang terletak di tengah memisahkan dua jalan raya dan terbentang dari Plaza Catalunya sampai pelabuhan lama Barcelona, Port Vell.

Lionel Messi akan terus bermain di Barcelona mungkin sampai 2023, sampai usia 36 tahun dan kemudian melegenda seperti Johan Cruyff di Catalonia. "Lionel Messi sudah berada di Barcelona sejak kecil dan tadak akan pergi dari Barcelona," kata Josep Maria Bartomeu Floreta, presiden klub Blaugrana, di AS English.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT