Juventus Vs Lyon 2-1, Pjanic Akui Kesulitan Terapkan Sarriball
TEMPO.CO | 08/08/2020 08:23
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo melepaskan tendangannya saat bertanding melawan Olympique Lyonnais dalam babak 16 besar Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, 7 Agustus 2020. REUTERS/Massimo Pinca
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo melepaskan tendangannya saat bertanding melawan Olympique Lyonnais dalam babak 16 besar Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, Italia, 7 Agustus 2020. REUTERS/Massimo Pinca

TEMPO.CO, Jakarta - Laga kedua babak 16 besar Liga Champions antara Juventus vs Lyon Sabtu dini hari tadi berakhir dengan skor 2-1. Gelandang Juventus Miralem Pjanic mengakui bahwa mereka belum dapat 100 persen menerapkan permainan seperti yang diinginkan oleh Pelatih Maurizio Sarri.

Berbicara pasca laga tersebut, Pjanic menyatakan bahwa Sarri memiliki pendekatan yang berbeda dengan Pelatih Juventus sebelumnya, Massimiliano Allegri. Dia pun menilai pendekatan Sarri itu membutuhkan waktu untuk bisa dimengerti oleh semua pemain.

"Kami memainkan sepak bola yang berbeda. Bukan hanya saya saja yang mengatakan hal itu, tetapi itu sangat jelas. Butuh waktu untuk mengembangkan sepak bola seperti itu," ujarnya pasca pertandingan.

Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang memiliki skema permainan yang kerap disebut dengan Sarriball. Skema tersebut sukses dia terapkan di Napoli sehingga membuat tim tersebut sempat menjadi pesaing terberat Juventus di Liga Italia.

Akan tetapi Sarriball terbukti sulit diterapkan di klub lain. Para pemain Chelsea juga sempat menyatakan hal itu ketika ditangani Sarri musim lalu. Mereka kesulitan memahami dan menerapkan apa yang menjadi keinginan si pelatih di lapangan.

Para pemain Juventus pun dinilai belum dapat mencerna dengan baik Sarriball. Pjanic mengakui hal itu dan menilai masalah itu yang menjadi penyebab performa mereka dalam beberapa bulan terakhir tak sesuai harapan meskipun berhasil meraih gelar juara Liga Italia.

Pemain yang akan hengkang ke Barcelona itu pun mengakui bahwa dirinya masih ingin terus bermain di Juventus dan mempelajari Sarriball dengan lebih baik.

"Beberapa bulan terakhir berjalan tidak seperti yang kami inginkan. Saya masih belum mengerti apa alasannya. Yang pasti saya ingin terus bermain," kata dia.

Soal tersingkirnya Juventus dari Liga Champions, Pjanic mengaku sangat kecewa. Pasalnya dia menilai mereka seharusnya bisa mendapat hasil lebih baik dari sekedar melaju ke babak 16 besar.

"Ini sangat mengecewakan bagi kami karena kami sangat ingin melaju ke babak berikutnya. Kami memulai pertandingan dengan buruk dan mendapat hukuman penalti, tetapi kami mampu tetap tenang terus menekan mereka. Ini sangat mengecewakan dan sulit untuk diterima," kata pesepakbola asal Bosnia dan Herzegovina itu.

Pada laga dini hari tadi, Juventus sempat tertinggal lebih dahulu lewat tendangan penalti Memphis Depay pada menit ke-12. Pada akhir babak pertama giliran Juventus yang mendapatkan hadiah penalti.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai algojo pun sukses membuat kedudukan imbang 1-1. Ronaldo menambah satu gol pada babak kedua sehingga skor menjadi 2-1.

Dengan hasil itu, akumulasi skor antara kedua tim sebenarnya imbang menjadi 2-2, tetapi Juventus kalah soal agresivitas gol tandang. Lyon pun memastikan melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Mereka akan menghadapi Manchester City yang pada laga lainnya menang 2-1 atas Real Madrid. Secara akumulasi, Manchester City unggul 4-2 dari Madrid.

FOOTBALL ITALIA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT