Mark Schwarzer Prediksi Leicester City Terdepak dari Empat Besar
TEMPO.CO | 15/07/2020 21:11
Pemain Leicester City, Jamie Vardy. Reuters
Pemain Leicester City, Jamie Vardy. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Harapan Leicester City untuk tampil di Liga Champions Eropa musim depan menghadapi rintangan cukup berat di sisa pertandingan Liga Primer Inggris. Setelah kalah telak 1-4 dari Bournemouth, Senin lalu, mereka akan habis-habisan melawan Sheffield United, Tottenham Houtspur, dan Manchester United. Ketiga tim itu juga memiliki misi yang sama untuk memburu tiket ke kompetisi Eropa.

Mantan kiper Leicester City, saat menjuarai Liga Inggris 2015, Mark Schwarzer, bahkan mulai pesimistis The Foxes bisa menembus Eropa musim ini. "Bentuk Leicester musim ini sangat di bawah rata-rata, dan jauh dari sisi empat besar. Bahkan ketika Rodgers keluar, ia mengatakan kita akan mengakhiri liga di mana mereka layak untuk mengakhirinya," ujar dia, dikutip dari Leicestermercury, Rabu, 15 Juli 2020.

Schwarzer menilai para pemain Leicester memiliki problem mentalitas dalam sisa partai mereka di Liga Inggris. Kurangnya daya juang, menurut dia, membuat para pemain gagal membalikkan keadaan dalam keadaan tertinggal. "Mereka kebobolan gol dan mereka jatuh. Saya pikir ada beberapa faktor yang membuat mereka bermain dengan tidak bahagia dan saya pikir itu mengungkap performa mereka dan kurangnya daya juang setelah mereka kebobolan gol," ucap dia.

Schwarzer, mantan kiper tim nasional Australia itu, menambahkan bahwa, "Mereka (pemain Leicester) beruntung dengan gol itu, Jamie Vardy berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat tetapi itulah yang harus dia lakukan di sana. Leicester, Anda akan berharap mereka untuk melanjutkan dan menyelesaikan pertandingan dengan nyaman. Yang terjadi sebaliknya, mereka menyerah."

Selain itu, Schwarzer berpendapat bahwa ada indikasi para pemain tidak senang dengan suasana tim saat ini. Menurut dia, situasi itu akan mengganggu dan membuat pemain frustrasi dalam setiap pertandingan yang dijalani. "Mungkin ada banyak hal yang terjadi di ruang ganti itu. Mungkin para pemain tidak senang dengan suasananya. Saya melihat mereka akan keluar dari empat besar. Jika mereka tidak hati-hati, mereka bisa berada di bawah tekanan berat untuk tampil di sepakbola Eropa," ujarnya.

Sementara itu, Leicester masih berharap untuk bisa berlaga di Liga Champions. Leicester harus menjamin tiga kemenangan untuk tetap berada di empat besar. Di sisi lain, mereka membutuhkan lima poin untuk memastikan mereka finis di enam besar untuk target minimal berlaga di Liga Europa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT