Liga 1 Lanjut, Borneo FC Minta Subsidi Rp 1 M Perbulan
TEMPO.CO | 30/06/2020 19:34
Pemain Borneo FC, Dedi Hartono. (liga-indonesia.id)
Pemain Borneo FC, Dedi Hartono. (liga-indonesia.id)

TEMPO.CO, JakartaBorneo FC menyambut baik kepastian bergulir kembalinya Liga 1 2020. Meskipun demikian, mereka meminta agar PT Liga Indonensia Baru memberikan subsidi sebesar Rp 1 miliar kepada setiap tim untuk membantu operasional mereka.

Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin menyatakan bahwa pihaknya akan kesulitan pendaaan karena lanjutan Liga 1 2020 akan digelar tanpa penonton. Selain karena akan berkurangnya pendapatan dari penjualan tiket, klub juga akan kesulitan mencari sponsor.

"Harapan kami subsidi di atas Rp 1 miliar. Dalam kondisi seperti ini, klub sulit mendapatkan sponsor. Belum lagi kami tidak bermain di kandang dan tanpa penonton," ujar Nabil seperti dilansir Antara, Selasa 30 Juni 2020.

Selain itu, Nabil juga menyatakan bahwa operasional timnya dipastikan akan membengkak karena pelaksanaan Liga 1 2020 rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa. Mereka mesti menyiapkan dana ekstra untuk transportasi, logistik dan gaji tim selama berada di Pulau Jawa.

"Namun kami mendengar PSSI mau membantu untuk menyediakan hotel. Itu hal yang bagus tetapi kami tetap berharap klub-klub mendapatkan subsidi di atas Rp 1 miliar," kata Nabil.

Sebelumnya, dalam pembicaraan antara PSSI, klub dan PT LIB pada awal Juni 2020, keluar wacana untuk menaikkan jumlah subsidi per termin jika Liga 1 dan 2 yang sempat diliburkan karena pandemi COVID-19, kembali dilanjutkan.

Setiap tim Liga 1 nantinya akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 800 juta per termin, meningkat dari jumlah yang diterima sebelum pandemi yaitu Rp 520 juta.

Sementara untuk tim Liga 2, subsidi pertermin bertambah 100 persen menjadi Rp200 juta.

Akan tetapi, Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menyebut bahwa pihaknya belum bisa memastikan dapat menaikkan jumlah subsidi karena semua itu tergantung pemasukan sponsor. PT LIB harus membuat kontrak baru dengan sponsor-sponsor yang mendukung Liga 1 dan 2 sebelum pandemi COVID-19.

Kesepakatan lawas sudah tidak berlaku karena adanya kondisi kahar (force majeure) yang membuat kompetisi dihentikan sementara sejak akhir Maret 2020. Ada kemungkinan kemitraan baru akan bernilai lebih kecil karena pandemi belum juga mereda.

Terkait hal itu, Nabil menegaskan bahwa pihaknya akan menunggu keputusan akhir dari LIB.

"Kami ingin komitmen yang sudah dibangun, dibentuk dan disepakati bersama harus dijalankan. Kalau tidak bisa Rp 1 miliar, ya, seminimal mungkin Rp800 juta. Namun kami mau melihat nanti bagaimana pernyataan resminya," tutur Nabil.

Liga 1 musim 2020 akan dilanjutkan mulai Oktober 2020 dengan semua pertandingan berlangsung di Pulau Jawa. Lanjutan kompetisi ini masih menggunakan format liga satu musim penuh. Keputusan untuk memusatkan di Pulau Jawa dibuat untuk meminimalisir penularan Covid-19.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT