Dukung George Floyd, Klub Liga Inggris Ini Dicela Suporternya
TEMPO.CO | 03/06/2020 09:35
Pemain West Bromwich Albion, Jake Livermore, mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di  The Hawthorns, West Bromwich, 5 Mei 2018. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Pemain West Bromwich Albion, Jake Livermore, mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di The Hawthorns, West Bromwich, 5 Mei 2018. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga Inggris, West Bromwich Albion, menyatakan dukungannya untuk George Floyd yang diduga tewas karena penganiayaan oleh aparat polisi di Minneapolis, Amerika Serikat. Namun sikap mereka tampak tak sejalan dengan sikap seorang suporternya.

Media Inggris Daily Mail menyebutkan bahwa si suporter justru mencela dukungan tersebut di media sosial twitter.  Dia bahkan mengancam tak akan membeli tiket terusan musim depan.

Melalui akun resminya, West Brom, ikut meramaikan aksi BlackOut Tuesday yang merupakan gerakan dukungan untuk George FLoyd dengan mengunggah gambar berlatar hitam dengan tulisan, "Bersama kita kuat."

Unggahan itu rupanya tak sejalan dengan sikap salah satu suporternya yang memiliki akun @80sEight. Dia menyebut dukungan itu memalukan dan menyatakan akan membatalkan membeli tiket musiman.

"Memalukan. Batalkan tiket musiman saya. Bersulang," tulis si suporter mengomentari unggahan West Bromwich itu.

Komentar itu pun mendapat balasan dingin dari akun resmi West Bromwich. "Anda tak akan kelewatan apa pun," balas pihak klub.

Sejumlah suporter West Brom lainnya pun mendukung sikap tersebut. Seorang suporter menyatakan senang dengan rencana rekannya membatalkan membeli tiket musiman.

"Mendukung klub seperti Albion yang menjadi trendsetter dengan (Cyrille) Regis, (Laurie) Cunningham dan (Brendan) Baston dan menjadi rasis, sungguh aneh," tulis si suporter lainya. "Kami adalah keluarga Albion dan aku senang kau membatalkan tiket musimmu"

Pendukung lainnya menjawab dengan mengatakan, "Kerja bagus dari admin klub, sebagai klub yang membanggakan diri dengan inklusi, saya tidak akan mengharapkan lebih sedikit."

Kesal mendapat hujatan, akun @80sEight pun berkilah bahwa dirinya tak bermaksud rasis. Dia menyatakan bahwa seharusnya sepak bola dipisahkan dari politik.

"Bodoh. Semua kehidupan itu berarti. Itu poin saya. Tidak masalah dari mana Anda berasal. Seharusnya semua kehidupan penting," balas dia.

“Tidak ada klub sepakbola yang boleh terlibat dalam politik. Itulah faktanya. Itu pandangan saya. Benar atau salah."

Dukungan terhadap George Floyd memang membanjiri lini masa para pesohor dan klub sepak bola di seluruh dunia, tak hanya Liga Inggris, pada Selasa kemarin. Di Liga Inggris sendiri, dukungan datang dari individu seperti Paul Pogba, Marcus Rashford, hingga level klub seperti West Bromwich Albion dan Liverpool.

DAILY MAIL


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT