Gareth Bale Curhat Soal Sikap Suporter Real Madrid Kepadanya
TEMPO.CO | 28/05/2020 08:48
Gelandang Real Madrid Gareth Bale, mengontrol bola saat melakukan latihan menjelang laga El Clasico di Ciudad Real Madrid, Madrid, 29 Februari 2020. REUTERS/Juan Medina
Gelandang Real Madrid Gareth Bale, mengontrol bola saat melakukan latihan menjelang laga El Clasico di Ciudad Real Madrid, Madrid, 29 Februari 2020. REUTERS/Juan Medina

TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, angkat bicara soal ketidaknyamanannya bermain untuk klub itu. Dia menyatakan bahwa sikap suporter yang kerap mencelanya membuat dia tidak memiliki rasa percaya diri.

Dalam wawancara melalui konferensi video di acara The Erik Anders Lang Show, Bale menyatakan bahwa dirinya memandang celaan suporter merupakan bentuk pengawasan kepada setiap pemain agar selalu tampil baik. Namun dia menilai apa yang dilakukan suporter Real Madrid kepadanya tak membantu dirinya untuk bangkit.

"Kami mendapat banyak tekanan di setiap pertandingan. Jika Anda tidak bermain bagus, ada pengawasan," kata Bale.

"Ada 80.000 orang di stadion bersiul karena saya tidak bermain bagus. Saya sudah beberapa kali mendapatkan itu. Itu tidak baik dan itu juga tidak membuat kepercayaan dirimu menjadi lebih baik."

Saat ditanya kenapa mereka melakukan itu, Bale pun menjawab, "Itu lah tanda tanya besarnya dan saya tak mengerti kenapa."

"Anda akan berharap jika Anda tidak tampil baik di lapangan, penggemar Anda akan mendukung Anda dan mencoba membantu Anda melakukan lebih baik karena itu akan membuat mereka bahagia."

"Tapi sepertinya mereka melakukan yang sebaliknya. Mereka bersiul kepada kamu, yang akibatnya membuatmu merasa lebih buruk, kamu kehilangan kepercayaan dirimu, kamu bermain lebih buruk dan kemudian itu membuat mereka semakin kesal."

Bale menilai pesepakbola tak bisa diukur bermain atau tidak dari berapa banyak dia mencetak gol. Menurut dia, bisa saja seorang pesepakbola bermain baik meskipun tak mencetak gol dalam beberapa pertandingan.

"Anda berpikir bahwa Anda bermain bagus, Anda hanya belum mencetak gol atau memberikan assist. Tetapi orang-orang hanya menyukai gol, assist, dan hal-hal 'wow'. Terkadang itu tidak selalu terjadi," ujarnya.

Dia juga mempertanyakan sikap suporter Real Madrid yang kerap mengkritik hobinya bermain golf. Dia menilai hobinya itu cukup positif dan tak berbahaya bagi karirnya sebagai pesepakbola.

"Banyak orang mempermasalahkan ketika saya bermain golf," katanya.

"Saya tidak tahu apa alasan mereka karena saya sudah berbicara dengan dokter dan semua orang mengatkaan baik-baik saja dengan itu. Media memiliki persepsi bahwa itu tidak baik untuk saya, Anda harus beristirahat, itu dapat menyebabkan Anda cedera."

"Steph Curry (pemain basket NBA) bermain mungkin pada pagi hari sebelum dia bertanding. Jika saya bermain dua hari sebelum pertandingan, itu seperti apa yang dia lakukan?"

Gareth Bale memang kerap menjadi cibiran suporter Real Madrid sejak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada 2017 lalu. Pasalnya, performanya dinilai tak sebanding dengan harga 100 juta euro yang dibayarkan Real Madrid dan membuatnya menjadi pesepakbola termahal di dunia saat itu.

Sumbangan terbaik Bale hanya sebanyak 22 gol dalam satu musim dan itu terjadi pada musim pertamanya di Stadion Santiago Bernabeu. Suporter Madrid pun akhirnya kerap membandingkannya dengan Cristiano Ronaldo yang merupakan bintang utama mereka saat itu.

Celaan terhadap Bale semakin menjadi setelah Ronaldo hengkang ke Juventus dua musim lalu. Diharapkan bisa menjadi mesin gol baru Real Madrid, Gareth Bale justru melempem. Musim lalu dia total hanya menyumbang 14 gol dari 42 laga di semua kompetisi.

Kembalinya Zinedine Zidane ke kursi pelatih Real Madrid pada musim ini membuat nasib Gareth Bale semakin merana. Zidane lebih banyak membangkucadangkan pesepakbola asal Wales itu dan hingga saat ini total dia baru menyumbang 3 gol saja.

SKY SPORTS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT