Chiellini: Ramos Sengaja Cederai Salah Pada Final Liga Champions
TEMPO.CO | 16/05/2020 20:46
Mohamed Salah dan Sergio Ramos pada final Liga Champions 2018, 26 Mei 2018. (sportbild.bild.de)
Mohamed Salah dan Sergio Ramos pada final Liga Champions 2018, 26 Mei 2018. (sportbild.bild.de)

TEMPO.CO, Jakarta - Bek Juventus Giorgio Chiellini menilai bek Real Madrid Sergio Ramos sengaja mencederai penyerang Liverpool Mohamed Salah pada final Liga Champions 2018. cederanya Salah pada babak pertama membuat pertandingan berubah dan akhirnya Real Madrid menang dengan skor 3-1.

Dalam otobiografinya, Chiellini menulis bahwa Ramos tahu persis bahwa ganjalan yang dia lakukan bisa mencederai Salah. Menurut gaya permainan "setan" seperti itu merupakan kekhasan yang dimiliki Ramos.

"Apa yang dia lakukan pada Salah adalah kuncian tingkat tinggi," tulis Chiellini sambil menambahkan, "Kegemaran Ramos untuk bermain di batas kartu merah adalah gaya permainan 'setan' yang dia miliki."

"Sergio adalah ahlinya, meski dia selalu mengatakan bahwa itu tidak disengaja tetapi dia sadar bahwa dengan cara yang dia lakukan, tanpa melonggarkan cengkeramannya pada lengan Salah, sembilan kali dari 10 percobaan kamu dapat mematahkan lengan lawanmu," kata Chiellini.

Insiden cederanya Mohamed Salah pada final Liga Champions 2018 itu memang sempat menjadi pembicaraan panjang. Media-media Inggris menilai Ramos memang sengaja mencederai Salah karena hanya dengan cara itu Real Madrid bisa mengalahkan Liverpool.

Dalam berbagai siaran ulang dan foto-foto, Ramos memang tampak seperti sengaja mengunci lengan Salah di ketiaknya ketika keduanya berebut bola. Hal itu menyebabkan Salah mengalami dislokasi bahu sebelah kanan dan akhirnya harus ditarik keluar.

Meskipun demikian, Chiellini memuji Ramos sebagai bek terbaik yang pernah dia lihat. Menurut dia, Ramos merupakan bek dengan teknik kelas tinggi. Dia pun menilai pertahanan Real Madrid tak akan kokoh tanpa pesepakbola asli Spanyol itu.

"Dia pemain yang sangat berteknik, lebih seperti penyerang ketimbang seorang pemain bertahan, berkebalikan dari saya. Tanpa dia, Madrid akan menjadi tim yang tak memiliki pertahanan. Tanpa dia, Varane, Marcelo dan Carvajal akan terlihat bermain seperti anak kecil yang bermain untuk tim cadangan," lanjut Chiellini.

Insiden di final Liga Champions itu sempat membuat nama Sergio Ramos dibenci banyak pihak. Sejumlah suporter klub lain bahkan ikut menandatangani petisi yang isinya meminta Sergio Ramos diberikan hukuman setelah terlepas dari kartu merah pada laga final itu.

AS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT