Liga Champions dan Liga Europa Lanjut, Ini Hambatannya
TEMPO.CO | 11/05/2020 02:30
Penyerang Paris St Germain Neymar, melakukan selebrasi bersama rekannya Marquinhos dan Pablo Sarabia, usai mencetak gol ke gawang Dortmund dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 12 Maret 2020. PSG berhasil m
Penyerang Paris St Germain Neymar, melakukan selebrasi bersama rekannya Marquinhos dan Pablo Sarabia, usai mencetak gol ke gawang Dortmund dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 12 Maret 2020. PSG berhasil menang atas Dortmund 2-0.0 UEFA Pool/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Sepak Bola Eropa UEFA memastikan Liga Champions dan Liga Europa akan terus berlangsung hingga partai puncak meskipun dihantui pandemi Covid-19. Namun tim peserta menghadapi masalah karena aturan di negaranya masing-masing.

Media Inggris The Sun menyebutkan tiga tim asal Liga Inggris - Manchester City, Manchester United dan Wolves - disebut terancam tak akan bisa menggelar pertandingan di kandang mereka. Pasalnya pemerintah di sana mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan pendatang dari luar negeri untuk menjalani isolasi selama 14 hari.

"Dengan kebijakan tersebut, tak mungkin jika mereka berharap tim lawan mau datang 14 hari sebelum pertandingan," tulis The Sun.

Manchester City sendiri akan menjamu Real Madrid di Stadion Etihad pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions 7 Agustus mendatang. Mereka sebenarnya memiliki peluang besar lolos ke babak 8 besar karena mengantongi kemenangan 2-1 pada laga pertama di markas Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu.

Sementara Manchester United dan Wolves juga harus menjamu lawan-lawan mereka pada laga kedua babak 16 besar Liga Europa. Manchester United akan menjamu LASK di Stadion Old Trafford dan Wolves menjamu Olympiakos pada tanggal yang sama, 6 Agustus.

Masalah ini disebut telah dibawa ketiga klub tersebut ke level UEFA dalam pertemuan melalui konferensi video pekan lalu. Masalah yang sama juga ternyata dialami oleh klub asal negara lain seperti Italia, Spanyol dan Prancis.

Tim asal Prancis bahkan lebih parah. Mereka dipastikan tak bisa menggelar pertandingan kandang di Liga Champions dan Liga Europa karena pemerintah di sana tak mengizinkan even olahraga digelar hingga September mendatang. Paris Saint-Germain yang masih berlaga di ajang Liga Champions pun membuka kemungkinan mereka akan pindah kandang ke luar negeri untuk ajang tersebut.

Meskipun demikian, belum ada solusi yang ditawarkan UEFA terkait masalah tersebut.

Liga Champions dan Liga Europa sendiri disebut telah dipastikan akan kembali bergulir pada awal Agustus mendatang. Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, menyatakan telah mendapatkan kepastian laga antara timnya kontra Juventus di Turin, Italia akan digelar pada 7 Agustus mendatang.

THE SUN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT