Bhayangkara FC Tolak Rencana Pemotongan Subsidi Oleh PT LIB
TEMPO.CO | 08/05/2020 03:31
Bhayangkara FC. (instagram/@bhayangkarafc)
Bhayangkara FC. (instagram/@bhayangkarafc)

TEMPO.CO, Jakarta - Bhayangkara FC menolak rencana pemotongan dana subsidi oleh operator PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Mereka mengaku membutuhkan dana segar untuk kebutuhan klub akibat tersendatnya anggaran dari sponsor di tengah pandami virus corona.

"Kami saat ini sudah habis-habisan untuk tim. Sebenarnya semua klub pasti menggunakan subsidi yang diberikan PT LIB untuk membantu kebutuhan tim," kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Sumardji, Kamis.

Awalnya PT LIB mengajukan surat kepada PSSI untuk melakukan pemotongan bagi klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Untuk Liga 1, dana subsidi yang awalnya dikucurkan Rp 520 juta akan dipangkas menjadi Rp 350 juta.

Sementara untuk Liga 2, dari semula Rp 250 juta menjadi Rp 100 juta. Persipura dan Persiraja Banda Aceh mendapatkan dana lebih besar Rp 570 juta, namun operator akan memukul rata pencairan tahap kedua.

Sumardji mengatakan pemotongan akan berdampak besar bagi klub, apalagi mereka harus tetap membayarkan gaji pemain meski kompetisi ditangguhkan akibat pandemi Covid-19. Walaupun gaji yang dibayarkan hanya 25 persennya.

"Kami masih memiliki kewajiban untuk bisa membayar gaji pemain dan itu kan harus kami bayarkan. Kalau memang dipotong ya pasti akan sangat dirugikan," kata dia.

Penolakan pemotongan itu mendapat dukungan dari PSSI. Federasi meminta PT LIB membayarkan dana subsidi secara penuh dan pencairannya dilakukan secepatnya.

Hal tersebut dinyatakan PSSI dalam surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020 bertanggal 5 Mei 2020. Dokumen itu merupakan tanggapan atas surat LIB soal kelanjutan kompetisi dan subsidi klub pada 4 Mei 2020.

"Sebagai operator Liga 1 dan Liga 2, sudah menjadi kewajiban dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) untuk melakukan pembayaran subsidi kepada klub-klub Liga 1 maupun Liga 2 dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya," tulis pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI Yunus Nusi dalam surat tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT