Mesut Ozil Sumbang Rp 1,4 Triliun Bantu Umat Islam di Turki
TEMPO.CO | 03/05/2020 17:46
Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 23 Oktober 2018. Arsenal kalahkan Leicester City 3-1. Action Images via Reuters/Andrew Boyers
Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 23 Oktober 2018. Arsenal kalahkan Leicester City 3-1. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, menyumbang 80.000 pound sterling atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk membantu umat Islam yang terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19 di Turki dan Suriah selama bulan Ramadan ini.

Uang sumbangan itu disalurkan pemain Jerman keturunan Turki ini lewat Turkish Red Crescent atau Bulan Sabit Merah Turki untuk menyediakan bantuan dan makanan kepada 16 ribu muslim di seluruh Turki dan Suriah selama Ramadan ini. Mereka semua mendapat bantuan buka puasa, makan malam, dan paket.

Kerem Kinik dari Bulan Sabit Merah Turki mengatakan, "Di Bulan Sabit Merah, kami mendukung mereka yang membutuhkan 365 hari setahun."

"Tentu saja kami melakukan ini berkat sumbangan dari teman-teman dermawan yang mendukung pekerjaan kami. Dengan meningkatnya donasi, kami akan bisa menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan."

"Terima kasih kepada saudara kami, Mesut, kami akan dapat memberikan paket kepada orang yang membutuhkan dan mengirimkannya sesegera mungkin," katanya.

Ozil merupakan salah satu pemain dengan penghasilan tertinggi di Arsenal setelah ia menandatangani kontrak dari Real Madrid dengan nilai transfer 42,5 juta enam tahun lalu. Dia mendapatkan gaji 350.000 atau sekitar Rp 6,68 miliar per pekan.

Ozil menjadi salah satu dari tiga pemain Arsenal yang menolak proposal pengurangan gaji sebesar 12,5 persen untuk membantu finansial Arsenal akibat pandemi virus coorna. Menurut Daily Mirror, ia bersedia dikurangi gajinya nanti apabila telah jelas dampaknya.

Arsenal telah mengkonfirmasi kemarin bahwa mereka adalah klub Liga Primer yang pertama menyetujui pemotongan upah skuadnya. Diduga, kecuali tiga pemain yang menolak, sisanya mendapatkan pengurangan gaji 12,5 persen hingga Maret 2021.

THE SUN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT