Zinedine Zidane Disarankan Segera Boyong Paul Pogba dari MU
TEMPO.CO | 25/04/2020 09:41
Gelandang Manchester United, Paul Pogba berduel dengan pemain Huddersfield Town, Juninho Bacuna dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion John Smith, Huddersfield, 5 Mei 2019. Dengan hasil seri ini Manchester United gagal lolos ke Liga Champions. Action
Gelandang Manchester United, Paul Pogba berduel dengan pemain Huddersfield Town, Juninho Bacuna dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion John Smith, Huddersfield, 5 Mei 2019. Dengan hasil seri ini Manchester United gagal lolos ke Liga Champions. Action Images via Rceuters/Jason Cairnduff

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas pemain tim nasional Prancis, Christophe Dugarry, langsung angkat suara. Dia meminta manajer Real Madrid, Zinedine Zidane, segera bertindak untuk membawa Paul Pogba ke Santiago Bernabeu saat bursa transfer dibuka.

Nasihat Duggary itu disampaikan ke bekas koleganya di lapangan setelah ramai kabar Zidane yang tetap memprioritaskan gelandang Manchester United sebagai target utama di bursa mendatang. Kabar itu tersiar di beberapa media di Prancis.

Tak hanya itu, L'Equipe, salah satu media itu, juga menyertakan kabar lainnya. Manchester United disebut bersedia melepas Pogba dengan harga yang lebih murah dari yang mereka patok pada musim lalu, yang mencapai 87 juta pound atau sekitar 100 juta euro.

Potong harga ini menandakan United tidak lagi berminat untuk menahan kepergian Pogba. Selain itu, dengan kontrak yang akan berakhir musim depan, kepergiannya saat ini dengan harga yang pas jauh lebih baik daripada Pogba pergi dengan status bebas transfer.

Rencana membawa Pogba tetap menjadi kabar yang paling menarik. Itu sebabnya, Dugarry meminta Zidane bergerak cepat.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. REUTERS/Leonhard Foeger

Menurut Duggary, saat ini merupakan waktu yang tepat. Salah satunya karena kondisi Pogba sendiri yang kurang beruntung pada musim ini.

"Tahun yang sulit buat Pogba. Dia mengalami cedera sepanjang musim. Tim tidak selalu bermain bagus. Tapi setiap kali dia main, dia tampil bagus,” katanya.

Dia sepenuhnya yakin saat Pogba bermain di Madrid akan memberikan pengaruh yang baik. Menurut Duggary, Pogba sangat ideal untuk Madrid karena dia tahu apa yang harus dilakukannya.

"Jika Zizou–panggilan Zidane–benar-benar menginginkannya, tak ada alasan bagi dia untuk menunggu hingga tahun depan,” katanya.

Bagi Manchester United, Paul Pogba bak drama yang tak pernah usai. Pemain yang didatangkan dari Juventus pada 2016 dengan harga paling mahal di daratan Inggris, yang mencapai 89 juta pound, tersebut kerap memicu masalah.

Dua musim pertamanya, adem-adem saja. Pelatih Jose Mourinho yang mendatangkan Pogba terlihat puas dengan kinerjanya. Bahkan dia sempat mendapatkan ban kapten.

Namun yang terjadi kemudian Pogba banyak berulah. Hubungannya dengan Mourinho pun memburuk. Salah satunya, dia melepas ban kapten yang sebelumnya melingkar di lengan kirinya.

Tak hanya itu, Mourinho pun lebih suka memainkan pemain muda United, Scott McTominay, di lini yang ditempati Pogba.

Pada saat hampir bersamaan, Pogba pun berulah dengan menyatakan keinginannya untuk hengkang. Terlebih ketika Zidane kembali menangani Madrid pada 2016. “Bermain di bawah asuhan Zidane adalah mimpi saya,” katanya.

Kondisi makin runyam saat agennya, Mino Raiola, banyak bicara di media. Intinya, Raiola menyatakan hal serupa bahwa Pogba akan pindah klub.

Ole Gunnar Solskjaer memeluk pemain Manchester United, Paul Pogba dalam laga antara Manchester United melawan Chelsea pada 18 Februari 2019. Solskjaer pun memboyong keluarganya dari Norwegia ke Inggris menyusul ditetapkan sebagai pelatih tetap Manchester United. REUTERS

Manajer baru MU Ole Gunnar Solskjaer pun mendapat tugas berat untuk menahan keinginan Pogba untuk pergi. Di awal musim, dia cukup berhasil. Dia dikabarkan berhasil meyakinkan pemain Prancis itu untuk tetap tinggal di Old Trafford.

Namun keadaannya berubah pada musim ini. Pogba lebih banyak mengalami cedera. Praktis dia tak banyak bermain untuk Setan Merah.

Saat itu pula Raiola tetap melancarkan serangan ke MU. Solskjaer menanggapinya dengan kalimat yang membuat suasana menjadi panas. “Pogba milik United, bukan agennya,” kata Solskjaer.

Keberadaan Pogba pun menjadi polemik. Banyak yang menyarankan agar pemain hasil didikan United itu dilepas saja. “Hatinya sudah tidak lagi bersama klub ini,” kata Roy Keane, bekas pemain United, beberapa waktu lalu.

Sebenarnya kehadiran Pogba di skuad Setan Merah saat ini menjadi pertanyaan besar. Menyusul absen panjangnya, fan United seolah-olah telah melupakan kehadirannya. Terlebih setelah kedatangan Bruno Fernandes, tim ini menunjukkan perbaikan.

Itu sebabnya desakan untuk melepas Paul Pogba makin kuat. Menahannya pergi bisa menjadikannya duri dalam tim.

GOAL|DAILYMAIL | IRFAN B.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT