Jangan Pindah dari Juventus, Nasihat Stam kepada Matthijs de Ligt
TEMPO.CO | 19/04/2020 08:20
Jaap Stam (skysports.com)
Jaap Stam (skysports.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemain bek tengah Manchester United, Jaap Stam, memperingatkan Matthijs De Ligt untuk tidak pindah dari Juventus, meski ada ketertarikan Red Devils kepadanya.

Pemain Juventus Matthijs de Ligt. REUTERS/Daniele Mascolo

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengindetifikasi pemain bek tengah tim nasional Belanda itu sebagai target buruan utama mereka pada musim lalu, tapi kemudian mereka kalah cepat dari Juventus untuk mendapatkannya.

Namun, Manchester United dikabarkan akan memburu lagi pemain berusia 20 tahun ini untuk diboyong ke Old Trafford pada musim panas ini dan disandingkan dengan Harry Maguire, bek termahal di dunia saat ini dengan nilali transfer 80 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,54 triliun.

De Ligt kesulitan mendapat tempat sebagai pemain starter dalam debutnya di Juventus musim ini, dengan baru tampil 15 kali di Seri A Liga Italia.

Tapi, Stam yakin De Ligt harus bertahan dan berjuang untuk mendapatkan tempatnya di Juventus daripada buru-buru pindah.

Stam, mantan bek tengah tim nasional Belanda yang membawa Manchester United menjuarai Liga Primer Inggris tiga kali, mengatakan kepada  TuttoJuve.com, “Saya pikir adalah fundamental bahwa De Ligt berada di Juve untuk beberapa tahun.”

“Sebab, hanya itu jalan terbaik untuk mengembangkan diri, dengan mengatasi tekanan terbaik. Belajar menghadapi tekanan adalah penting di Liga Champions dan pertandingan Seri A,” Stam melanjutkan.  

“Ia sedikit mendapat kritikan tapi penting bagaimana beradaptasi dengan gaya permainan sepak bola yang berbeda. Ia masih muda dan Matthijs berada di sebuah klub besar dengan tekanan yang jauh lebih berat dari yang ia biasa alami. Ia hanya perlu belajar bahasa Italia sehingga makin mudah berkomunikasi dengan rekan-rekan setimnya,” kata Stam lagi.

Menurut Stam, dengan pindah dari Ajax ke Juventus, Matthijs de Ligt, bisa belajar dari bek-bek kawakan yaitu Giorgio Chiellini dan  Leonardo Bonucci. “Mereka bek tengah terbaik di Italia dan mereka bisa mengajari banyak kepadanya seni dalam bertahan.”

METROUK | FOOTBALL-ORANJE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT