Sadio Mane Rela Jika Liverpool Gagal Juara Liga Inggris Musim Ini
TEMPO.CO | 09/04/2020 09:46
Ekspresi penyerang Liverpool Sadio Mane, saat cidera ketika melawan Woves di Molineux Stadium, Wolverhampton, 24 Januari 2020.  Action Images via Reuters/Carl Recine
Ekspresi penyerang Liverpool Sadio Mane, saat cidera ketika melawan Woves di Molineux Stadium, Wolverhampton, 24 Januari 2020. Action Images via Reuters/Carl Recine

TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Liverpool, Sadio Mane, buka suara soal kemungkinan klubnya tak meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Peluang Liverpool untuk mengakhiri puasa gelar juara terancam karena krisis virus corona di sana.

Mane menyatakan bahwa keselamatan nyawa orang banyak harus diutamakan ketimbang gelar juara Liga Inggris. Dia menyatakan dirinya memahami jika akhirnya Liga Inggris dihentikan total dan dinyatakan tak ada pemenangnya musim ini.

"Ini sulit untuk Liverpool. Tetapi lebih sulit lagi untuk jutaan orang di seluruh dunia. Banyak orang kehilangan keluarganya dan itu adalah situasi yang lebih rumit," kata dia.

"Bagi saya, memenangkan gelar itu merupakan impian saya dan saya ingin merasakannya tahun ini. Saya ingin memenangkan semua pertandingan dan saya ingin meraih trofi."

"Dengan situasi ini apa pun yang terjadi saya akan bisa memahaminya dan semoga kami akan bisa meraih gelar juara itu tahun depan."

Liverpool memang berada di ambang juara Liga Inggris sebelum kompetisi dihentikan karena krisis pandemi virus corona. Mereka unggul 25 angka dari pesaing terdekatnya, Manchester City di klasemen.

Dengan sembilan hingga sepuluh laga tersisa, Liverpool sebenarnya hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci mahkota gelar juara.

Liga Inggris sendiri masih belum pasti apakah akan diteruskan hingga akhir atau dihentikan. Otoritas Liga Inggris menginginkan kompetisi diteruskan hingga akhir demi mengurangi dampak ekonomi dari krisis tersebut. Mereka terancam harus mengembalikan dana hak siar televisi jika kompetisi tak diselesaikan.

Di sisi lain, desakan untuk menghentikan Liga Inggris muncul dari berbagai pihak. Pengamat hingga pemain di Liga Inggris berpendapat bahwa tak mungkin kompetisi itu dilanjutkan tanpa merusak jadwal musim depan. Apalagi, krisis virus corona masih belum bisa dipastikan kapan berakhir.

THE SUN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT