Van der Sar Balas Kritik Van Gaal soal Ajax, Ini Penjelasannya
TEMPO.CO | 07/04/2020 09:37
Direktur Pemasaran Ajax Amsterdam, Edwin van der Sar menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers kedatangan Tim Ajax di Hotel Shangrila, Jakarta Selatan, Jumat (9/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto
Direktur Pemasaran Ajax Amsterdam, Edwin van der Sar menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers kedatangan Tim Ajax di Hotel Shangrila, Jakarta Selatan, Jumat (9/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Edwin van der Sar membalas kritik dari Louis van Gaal dan mengklaim Ajax akan terpukul paling keras jka diputuskan kompetisi Eredivisie berakhir lebih awal. Van der Sar kini menjadi direktur Ajax bersama Marc Overmars.

Setelah Marc Overmars meminta musim kompetisi divisi tertinggi Liga Belanda musim 2019-2020 itu diakhiri lebih awal, Louis van Gaal berbicara kepada AD.

Van Gaal mengklaim Ajax meminta kepada Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) untuk menyudahi musim ini hanya untuk meraih kepentingan mereka sendiri.

Van der Sar membantah tuduhan Van Gaal itu dan bilang kepada AD, “Tentu saja bukan itu masalahnya.”

“Jika kita berhenti, kami akan terpukul paling parah dengan urusan rumah tangga yang mahal. Itu lebih sulit daripada jika kita melanjutkan. Semua orang menganggap juara Liga Belanda langsung lolos ke Liga Champions dan sudah 40 juta euro lebih kaya,” Van der Sar melanjutkan.

Ajax sedang berada di puncak klasemen  Eredivisie. Jika mereka juara, mereka hanya akan mencapai babak grup Liga Champions, jika memenangi kualifikasi melalui liga domestik mereka.

“Dan, apa yang terjadi jika Liga Champions tidak dilanjutkan sama sekali? Kami bermain sepak bola untuk para pendukung kami. Dan, saya pikir itu sangat kuat bahwa mereka dapat berada di tribun ketika kami melanjutkan pada Juni. Itu sebabnya kami menyarankan berhenti,” jelas kiper legendaris Manchester United dan tim nasional Belanda itu.

Van der Sar tidak khawatir mereka kehilangan jarah di Eropa jika mereka tidak menyelesaikan kiprahnya di liga, meski ada ancaman dari badan sepak bola Eropa. UEFA.

“Ada juga banyak klub di Eropa yang ingin berhenti seperti Ajax. Selain itu, saya bukan pengacara, jadi saya tidak tahu apakah UEFA dapat menjatuhkan sanksi seperti itu, tetapi tidak diragukan lagi akan dibahas ketika liga di negara-negara lain berhenti, ” katanya.

Van der Sar menambahkan keuangan Ajax terpukul seperti semua klub di dunia karena pandemi virus corona.   

“Kami bekerja keras untuk penyangga di masa-masa sulit. Tetapi, kami memiliki 470 karyawan dan gaji pemain telah meningkat dari 25 menjadi 55 juta euro hanya dalam 2 tahun. Saya tidak akan menyebutkan jumlah tentang berapa banyak kerugian yang mungkin kita alami, karena kama terdaftar. Tapi, tidak ada yang masuk sekarang. Tiga toko penggemar kami tutup, tetapi biaya sewa dan personel terus berlanjut,” jelasnya.

“Untungnya, kami memiliki kontrak jangka panjang dengan sponsor kami Ziggo dan Adidas. Tapi,  kami juga memiliki hubungan bisnis yang sedang sulit. Dunia sepakbola juga akan terlihat sangat berbeda, termasuk pasar transfer. Dan, kami sangat bergantung pada transfer. Karena itu, kami sudah menuju kerugian sebelum krisis korona. ”

Edwin van der Sar mendukung pandangan Marc Overmars, untuk mengakhiri Liga Belanda musim sekarang. “Kami percaya bahwa harus ada kejelasan bagi para pemain dan pendukung. Kesenangan sudah berakhir, mari kita lihat musim depan, “ kata pengurus Ajax ini.

FOOTBALL ORANJE

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT