Lanjutan Liga Inggris, Setiap Tim Akan Main 3 Kali Dalam Sepekan
TEMPO.CO | 20/03/2020 11:43
Penyerang Manchester United Anthony Martial, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 9 Maret 2020. Action Images via Reuters/Carl Recine
Penyerang Manchester United Anthony Martial, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 9 Maret 2020. Action Images via Reuters/Carl Recine

TEMPO.CO, JakartaLiga Inggris dipastikan akan berjalan hingga akhir musim setelah rapat yang digelar oleh para pemangku kepentingan Kamis kemarin waktu setempat. Dalam rapat itu juga disepakati penundaan Liga Inggris akan diperpanjang hingga 30 April dan berakhir pada akhir Juli.

Konsekuensinya, setiap tim Liga Inggris akan menjalani jadwal padat untuk menyelesaikan 92 laga tersisa. Dengan dua bulan untuk menyelesaikan 92 laga, setiap tim Liga Inggris nantinya bisa bermain tiga laga dalam waktu hanya tujuh hari atau sepekan.

Eks pemain Manchester United, Gary Neville, menilai jadwal padat seperti itu tak menjadi masalah bagi pemain di Liga Inggris. Dia pun bercerita pernah mengalami masalah serupa saat masih bermain.

"Jika Anda mengingat periode Natal, banyak klub yang memainkan empat pertandingan hanya dalam delapan hari. Ketika Manchester United akan merebut gelar juara Liga Inggris dulu, kami menghadapi jadwal padat karena ada masih ada laga Piala FA dan kami memainkan empat pertandingan dalam sepekan," kata Neville seperti dilansir laman Sky Sports.

"Sangat mungkin dalam enam sampai delapan pekan nantinya akan ada empat pertandingan sepekan (setelah Liga Inggris dimulai kembali)."

Neville juga meyakini para pemain tak akan memprotes keputusan tersebut. Menurut dia, dalam kondisi krisis seperti ini, keputusan-keputusan ekstrem memang harus diambil demi menyelamatkan kehormatan Liga Inggris.

"Saya tak khawatir soal jadwal yang padat. Pemain, klub dan pelatih akan memahami bahwa mereka tidak bisa mengeluh karena jadwal padat dengan kondisi sekarang ini," ujar Neville.

"Ini adalah krisis global dan sepak bola harus bereaksi serta berkompromi."

Jadwal padat itu akan bertambah berat bagi sejumlah tim Liga Inggris yang berkompetisi di Liga Champions dan Liga Europa. Pasalnya UEFA telah memastikan Liga Champions dan Liga Europa akan tetap berjalan hingga akhir meskipun dihantui masalah penyebaran virus corona. Terdapat dua tim Liga Inggris - Manchester City dan Chelsea - yang masih bertahan di Liga Champions dan dua tim - Manchester United dan Wolverhampton Wanderers - yang berlaga di Liga Europa.

SKY SPORTS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT