Presiden Serbia Ancam Akan Tahan Bintang Real Madrid Luka Jovic
TEMPO.CO | 20/03/2020 06:31
Penyerang Real Madrid Luka Jovic, berduel dengan pemain Osasuna dalam pertandingan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, 26 September 2019. REUTERS/Juan Medina
Penyerang Real Madrid Luka Jovic, berduel dengan pemain Osasuna dalam pertandingan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, 26 September 2019. REUTERS/Juan Medina

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengecam bintang Real Madrid, Luka Jovic. Ia juga mengancam akan menahan pemain itu bila kembali melanggar perintah isolasi diri terkait virus corona.

"Anak-anak muda ini adalah jutawan, jadi mereka merasa bisa melakukan apa saja. Itu tak benar," kata Vucic dalam konferensi pers, Kamis. "Bila dia meninggalkan apartemen, dia akan ditahan."

Jovic dianggap mengabaikan instruksi dari negaranya. Pemain 22 tahun itu sebelumnya disarankan untuk tidak kembali ke negara asalnya dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Namun, ia tetap kembali.

Ia juga kemudian mengabaikan perintah isolasi diri di negaranya itu. Pada pekan ini ia terlihat berpesta di jalanan Beograd untuk merayakan ulang tahun pacarnya.

Presiden Vucic menambahkan, "Saya pikir dia menyesali perbuatannya. Tapi, saya akan membuat jelas bagi dia, hidup jutaan orang lebih penting dari uang miliaran miliknya."

Selain, Luka Jovic, pemain klub Italia Ascoli, Nikola Ninkovic, juga dilaporkan mengabaikan perintah isolasi.

Presiden Vucic menegaskan, keduanya kini sudah diisolasi. "Bila mereka keluar, mereka akan ditahan. Semua yang tak mentaati aturan akan dihukum berat. Mereka pada dasarnya pemuda yang baik, saya mengerti mereka. Tapi, lebih banyak orang harusnya bertindak dengan lebih bertanggung jawab."

Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic juga mengecam Luka Jovic. "Kami mendapatkan contoh yang buruk dari para pemain sepak bola kami, yang dibayar dengan sangat tinggi, mengabaikan isolasi diri setelah kembali ke rumah," kata Brnabic yang dikutip media Spanyol AS pada Kamis, 19 Maret.

Luka Jovic telah meminta maaf karena perbuatannya. Ia mengklaim tidak diberi "instruksi yang benar".

"Karena situasi di dunia dan di negara kami sangat sulit, saya harus maju dan memberikan dukungan kepada orang-orang saya," tulis Jovic dalam akun instagramnya. "Pertama-tama, saya sangat menyesal bahwa saya adalah topik utama akhir-akhir ini dan bahwa saya yang terus-menerus ditulis, bukan pahlawan dari krisis ini, dokter dan semua profesional medis."

Ia melanjutkan, "Ketika di Spanyol, saya (diuji) negatif untuk virus corona dan memutuskan untuk pulang ke Serbia untuk membantu dan mendukung orang-orang dan agar bisa dekat dengan keluarga. Itu sudah disepakati para pejabat."

Ketika tiba di Serbia, ia mengaku sudah dites dan kembali dinyatakan negatif. "Sangat disayangkan bagi saya bahwa beberapa orang melakukan pekerjaan mereka secara tidak profesional dan tidak memberi saya instruksi yang benar untuk bagaimana berperilaku dalam isolasi diri. Di Spanyol, saya diizinkan pergi ke apotek dan supermarket sehingga saya bisa mendapatkan bahan makanan yang saya butuhkan, yang tidak terjadi di sini."

Ia kembali meminta maaf atas perbuatannya. "Saya meminta maaf kepada semua orang jika saya berkompromi dengan beberapa cara dan saya berharap kami bisa mengatur semua ini bersama-sama. Dukung Serbia dan mari kita tetap bersama."

Jovic dibeli Real Madrid dari Eintracht Frankfurt dengan harga tinggi hingga 53 juta pound sterling (sekitar Rp 972 miliar) pada 2019, meski begitu ia masih belum menunjukkan performa terbaiknya bersama Los Blancos dengan hanya mencetak 2 gol dan 2 assist dalam 24 pertandingan.

MARCA | FOOTBALL ITALIA

 
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT