Laga Persiraja Banda Aceh Lawan Bhayangkara Berakhir Imbang
TEMPO.CO | 29/02/2020 23:13
Pelatih Persiraja, Hendri Susilo (kanan) bersama Asistennya, Akhyar Ilyas, saat memantau latihan anak asuhnya di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada Kamis, 27 Februari 2020. Foto : IIL ASKAR MONDZA
Pelatih Persiraja, Hendri Susilo (kanan) bersama Asistennya, Akhyar Ilyas, saat memantau latihan anak asuhnya di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada Kamis, 27 Februari 2020. Foto : IIL ASKAR MONDZA

TEMPO.CO, Banda Aceh - Laga ketat mewarnai partai perdana antara tuan rumah Persiraja Banda Aceh menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh pada Sabtu malam, 29 Februari 2019.

Berstatus tim promosi, bonden Kutaraja tidak ragu mengimbangi gaya permainan Renan Silva dan kawan-kawan. Skor imbang tanpa gol akhirnya menjadi hasil akhir pertandingan.

Meski begitu, Persiraja langsung terancam saat pertandingan belum genap berusia satu menit. Skema sepak mula Bhayangkara berujung umpan silang I Putu Gede Juni Antara ke dalam kotak penalti. Beruntung tandukan Ezechiel N'douassel masih melebar.

Bhayangkara terus berusaha mendikte permainan di awal laga. Bermodal materi pemain bintang yang dimiliki, anak asuh Paul Muster terus mengurung pertahanan lawan. Namun ketatnya lini pertahanan Persiraja membuat tim tamu menemui jalan buntu.

Tidak ingin terus ditekan, pasukan tuan rumah mencoba memberi pressing ketat. Terbukti peluang pun kemudian hadir bagi Persiraja melalui dua sepakan jarak jauh Ahsanur Rijal dan Vanderlei Francisco di menit 41 dan 42. Namun dua percobaan itu masih bisa diamankan kiper Bhayangkara, Awan Setho.

Peluang emas kembali tersaji bagi Persiraja tujuh menit kemudian. Tendangan bebas oleh Bruno Dybal disambut tandukan Vanderlei. Sayang, tandukan mantan bomber Semen Padang masih melebar tipis.

Jual beli serangan terus terjadi di sepanjang babak pertama. Bhayangkara nyaris unggul di menit 38. N'douassel yang lolos dari jebakan offside tinggal berhadapan kiper Fakhrurrazi. Tapi N'douassel gagal mengeksekusi dengan sempurna. Begitupun bola rebound yang jatuh di kaki Renan Silva, masih dapat dihalau pemain belakang, Adam Mitter.

Di ujung pertandingan, masing-masing tim mendapat satu peluang terakhir. Akselerasi Ahsanur yang terus merepotkan pemain belakang Bhayangkara sepanjang laga di akhir dengan tendangan yang masih dapat diamankan Awan Setho.

Begitupun peluang Saddil Ramdhani di kubu tim tamu, tendangannya secara gemilang dihalau Mitter. Skor imbang tanpa gol mengantarkan kedua tim memasuki kamar ganti.

Diawal babak kedua, pendukung tuan rumah nyaris terdiam. Kemelut di depan gawang Persiraja disambut tendangan first time Renan Silva yang masih melebar tipis di atas mistar gawang.

Laga sempat memanas di menit 52. Berawal dari pelanggaran Lee Won Jae terhadap Vanderlei, keduanya terlibat cekcok. Beruntung wasit bertindak tegas dengan menghadiahi kartu kuning bagi keduanya.

Friksi antar para pemain nampaknya mempengaruhi konsentrasi tim tamu. Terbukti tiga peluang berturut Dybal via tendangan bebas. Sayangnya peluang berturut itu masih gagal membobol gawang Awan Setho.

Selanjutnya, laga kedua tim berlangsung keras. Terbukti dengan dua pemain Persiraja, Ahsanur Rijal dan Agus Suhendra, terpaksa keluar karena cedera. Bahkan Agus harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang tangannya.

Seperempat menit akhir pertandingan, permainan kedua tim lebih banyak berkutit di lini tengah. Begitu pun, Persiraja nyaris unggul andai saja pemain pengganti, Nazarul Fahmi, bisa lebih tenang manfaatkan peluang di depan gawang akibat kelengahan pemain bertahan Bhayangkara.

Di akhir laga, puluhan ribu penonton yang memadati stadion nyaris bersorak bahagia. Kerja sama apik antara Vanderlei dan Nazarul, diakhiri sepakan terarah Bruno Dybal yang tidak dapat dijangkau Awan Setho.

Beruntung bagi tim tamu, bola menerpa mistar gawang dan keluar lapangan. Skor imbang tanpa gol menutup jalannya laga.

Susunan Pemain :

Persiraja (4-3-3) : 31. Fakhrurraazi Kuba (GK); 3. Eriyanto, 89. Tri Rahmad Priadi, 5. Adam Mitter, 17. Agus Suhendra (16. Rendi Saputra '76); 32. Fery Komul, 7. Zamrony (8. Samir Ayass '79), 10. Bruno Dybal; 11. Miftahul Hamdi, 23. Ahsanur Rijal (96. Nazarul Fahmi '67) 99. Vanderlei Francisco

Cadangan : 33. Aji Bayu Putra, 4. Asep Budi Santoso, 16. Rendi Saputra, 8. Samir Ayass, , 27. Rhezam Baskoro, 96. Nazarul Fahmi, 77. Defri Riski
Pelatih : Hendri Susilo

Bhayangkara FC (4-3-3) : 12. Awan Setho Raharjo (GK); 2. I Putu Gede Juni Antara, 16. Ahmad Jufriyanto, 15. Lee Won-Jae, 14. Ruben Karel Sanadi (C); 20. Sani Rizki Fauzi, 71. Nady Bi Bola Guy-Herve, 70. Renan Da Silva (99. Herman Dzumafo Epandi '70); 29. Saddil Ramdani (22. Dendy Sulistyawan '82), 19. Teuku Muhammad Ichsan, 10. Ezechiel N'douassel

Cadangan : 1. Wahyu Tri Nugroho, 32. Nurhidayat Haji Haris, 28. Alsan Putra Mas’at Sanda, 8. Muhammad Hargianto, 13. Rangga Muslim Perkasa 22. Dendy Sulistyawan, 99. Herman Dzumafo Epandi.

Pelatih : Paul Munster

ASKAR MONZA

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT