10 Berita Bola Ahad Hari Ini: Kabar Terbaru Pemain Persib Bandung
TEMPO.CO | 09/02/2020 16:48
Pemain Persib menjalani latihan di Stadion Siliwangi©PERSIB.co.id/Gregorius A.K
Pemain Persib menjalani latihan di Stadion Siliwangi©PERSIB.co.id/Gregorius A.K

TEMPO.CO, JakartaBerita bola pada Ahad, 9 Februari 2020, diwarnai sejumlah kabar soal pemain Persib Bandung. Mereka tengah bersiap menempa diri menghadapi kompetisi Liga 1 musim ini.

Inilah beberapa di antaranya:

1. Febri Hariyadi

Febri Hariyadi merupakan pemain muda potensial yang dimiliki Persib. Pemain jebolan Diklat Persib ini sudah memasuki tahun kelimanya bersama Pangeran Biru pada musim 2020.

Musim lalu, pemain yang akrab disapa Bow ini mencetak 9 gol dari 28 laga yang dimainkannya selama 2.331 menit. Produktivitas gol pada musim 2019 adalah pencapaian terbaik Bow bersama Persib. Bow juga memberikan lima kali assist.

Pria kelahiran 19 Februari 1996 ini mulai bergabung bersama Persib pada musim 2016. Dia tampil satu pertandingan selama 14 menit. Namun, musim berikutnya, pemain bernomor punggung 13 ini langsung mendapat kepercayaan, meskipun berganti pelatih.

Musim 2017, pelatih Djadjang Nurdjaman memberikan kesempatan main selama 1.822 menit dari 21 laga. Sebanyak 4 gol dia sumbangkan untuk Pangeran Biru. Pada tahun 2018, pelatih Mario Gomez juga memberikan kepercayaan tampil sebanyak 17 laga, selama 1.328 menit dan menyumbang 1 gol.

Pencapaian musim lalu, diharapkan Bow menjadi bekal buat musim 2020. Bow menyatakan tekadnya untuk meraih prestasi lebih baik di musim 2020 ini, yakni membawa tim Pengeran Biru menjadi juara.

Pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi. Antara

"Target pribadi, yang jelas saya ingin selalu bisa memberikan kontribusi, bermain maksimal untuk tim lebih baik dari tahun kemarin, dan bisa membawa Persib juara di tahun 2020. Gol adalah bonus kerja keras bagi saya," kata Bow.

Penampilan apik juga dia tampilkan saat membela Tim Nasional Indonesia. Sejak 2017 menjadi langganan Tim Merah Putih, Bow sudah bermain 1.404 menit dalam 19 laga di berbagai ajang.

Keterampilan anak sulung dari dua bersaudara dalam mengolah si kulit bundar juga diasah bersama SSB POR UNI, kemudian tahun 2012 sempat bermain bersama Tim Nasional Pelajar U-15. Setelah itu Febri Hariyadi mengikuti SSI Arsenal di Inggris tahun 2012, dan masuk Persib U-21 hingga menjadi bagian Persib saat ini.

2. Abdul Aziz

Gelandang muda Abdul Aziz tak khawatir dengan persaingan di lini tengah Persib yang begitu ketat. Pemain jebolan Diklat Persib itu dipastikan harus berkerja lebih keras menarik perhatian pelatih Robert Alberts agar tak kalah dengan pesaingnya.

Di sektor tengah, terdapat sejumlah nama besar yang bersaing ketat. Sebut saja Dedi Kusnandar, Omid Nazari, Beckam Putra Nugraha, Gian Zola ataupun Kim Kurniawan.

Pemain Persib Bandung, Abdul Aziz. (liga-indonesia.id)

Aziz sendiri menanggapi santai kondisi tersebut. Sebelum memutuskan kembali ke Bandung, ia sudah menyadari peta persaingannya akan berat. "Kerja keras saja tentunya, yang jelas sih bersaing secara positif aja buat kebaikan tim itu yang paling penting," kata Aziz.

Menurutnya, manfaat lain persaingan yang ketat adalah kedalaman tim yang pasti merata. Bagi Aziz, siapapun yang tampil adalah yang paling siap dan harus mendapat dukungan dari semua. "Kedalaman skuad kan bagus. Siapapun yang main itu masalah taktikal pelatih aja , yang jelas selalu maksimal dilatihan dan dipertandingan," ucapnya.

3. Erwin Ramdani

Gelandang Persib Erwin Ramdani menyatakan akan memaksimalkan persiapan di sisa waktu menjelang kick off kompetisi Liga 1 2020. Sejauh ini, Erwin dan rekan satu timnya sudah semakin siap menghadapi Liga 1 2020.

Robert Alberts dan tim pelatih sudah mempersiapkan segalanya untuk para penggawa Persib mulai dari program latihan, pemusatan latihan hingga laga pramusim. Hal itu pula yang membuat Erwin merasa semakin percaya diri menatap liga musim ini.

"Secara pribadi saya lebih pada mental dan menjaga kebugaran. Secara tim, pastinya pelatih lebih tau mempersiapkan tim supaya pada waktunya berada dipenampilan terbaik. Tiga minggu lagi, saya rasa siap kami tampil," kata Erwin, Sabtu, 8 Februari 2020.

Di sisa waktu ini, Erwin akan bekerja keras dalam menjalankan tugas yang diberikan jajaran pelatih. "Sebagai pemain prinsipnya mengikuti program yang diberikan tim pelatih sebaik mungkin," ucapnya.

Pemain kelahiran 3 November 1993 ini musim lalu tampil selama 271 menit dari 17 laga. Erwin menyumbangkan satu gol saat menjamu PSS Sleman.

Selanjutnya: Nick Kuipers, Wander Luiz, Zalnando

4. Nick Kuipers

Pemain belakang Persib Nick Kuipers menyatakan dirinya dalam keadaan siap untuk menghadapi kompetisi i Liga 1 2020 yang dijadwalkan bergulir akhir bulan Februari mendatang. Dengan sisa waktu yang ada, dia dan teman-temannya masih akan terus mematangkan persiapan.

"Walaupun misalnya besok kami harus bermain, tetap siap. Tapi, ada waktu tiga pekan untuk kami bisa lebih baik lagi. Tiga pekan lagi kami lebih siap untuk liga," kata Kuipers di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 8 Februari 202.

Nick Kuipers merayakan gol kemenangan. PERSIB.co.id/Rivan Mandala

Pemain kelahiran 8 Oktober 1992 ini pun berharap bisa tampil lebih baik dari musim pertamanya bersama Pangeran Biru. Pada kompetisi Liga 1 2019, Kuipers tampil dalam 17 laga dengan menit bermain 1.530, dan torehan dua gol.

5. Wander Luiz

Penyerang asal Brasil Wander Luiz menyumbang gol saat Persib melakukan latih tanding melawan PSKC Cimahi, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 8 Februari 2020 sore. Dalam laga tersebut, Wander Luiz mencetak dua dari tiga gol keunggulan Pangeran Biru atas PSKC.

Mencetak dua gol, pemain yang sedang dalam masa pemantauan itu mengaku sangat senang. Hal tersebut tentunya mampu membuat ia merasa percaya diri. "Ya, ini masih taraf uji tanding. Tapi, ini bagus untuk menjaga (performa) saya tetap prima. Sejauh ini kerjasama tim tampak semakin baik," ujar pemain yang kerap mengenakan nomor punggung 9 tersebut.

Tak hanya itu, Wander Luiz pun mulai semakin nyaman bermain bersama pemain asal Belanda Geoffrey Castillion di lini depan Persib. "Geoffrey teman yang baik. Kami selalu bersama, berkomunikasi dengan baik. Ya, tentunya saya harus melakukan pekerjaan besar nantinya," katanya.

Wander Luiz dan Geoffrey sejauh ini belum resmi dikontrak Persib.

6. Zalnando

Pelatih Persib Robert Alberts senang melihat kemajuan yang diperlihatkan bek muda, Zalnando. Menurut dia, pemain kelahiran Cimahi 25 Desember 1996 itu mengalami banyak peningkatan, terutama dalam hal kepercayaan diri dan pengambilan keputusan.

Pemain Persib, Zalnando (kanan) dan Mario Jardel. (persib.co.id)

Zalnando sendiri memang jarang terlihat pada awal musim 2019 lalu. Namu ia secara perlahan mulai membuktikan kapasitasnya di lini belakang Persib pada akhir musim kompetisi Liga 1 2019.

“Di awal musim lalu, Zalnando masih belum terlihat percaya diri. Tapi saya yakin dengan teknik dan kualitas yang dia miliki. Di akhir musim dia mulai muncul dan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Saya senang dengan hal ini,” ujar Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu 8 Februari 2020 petang.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu meyakini penampilan Zalnando akan terus meningkat. Syaratnya, ia tak boleh cepat puas dan selalu berlatih dengan serius. “Kalau dia terus memperlihatkan tekad dan kerja keras untuk terus meningkat, saya yakin dia bisa lebih baik dari ini,” tandas Robert.

Selanjutnya: Fabiano Beltrame, Teja Paku Alam 

7. Fabiano Beltrame

Antusias kembali ke kompetisi Liga 1, Fabiano Beltrame terus maksimalkan masa pra musim bersama Persib. Ia ingin kembali ke liga dengan kondisi prima setelah semusim kemarin (2019) tertahan tak dapat bermain karena naturalisasi yang belum tuntas.
Meski sudah berumur 38 tahun, ia masih ingin menunjukkan kemampuannya bisa kompetitif menjadi palang pintu pertahanan Maung Bandung. Dalam tim sendiri dirinya melengkapi duet Nick Kuipers dan Victor Igbonefo.

"Saya pikir itu bagus karena saya tahu saat kembali saya harus berada dalam kondisi yang bagus. Selama ini saya bekerja keras untuk itu. Saya senang bisa bermain kembali, sekarang saya ingin naikkan kondisi, semua pemain seperti itu," kata Fabiano.

Fabiano juga mulai meraba-raba peta kekuatan lawan dengan mayoritas tim selalu mengandalkan penyerang asing. Namun, ia belum bisa menilai lebih jauh lantaran beberapa klub belum terlihat mengeluarkan permainan terbaik dalam uji coba. "Sampai sekarang belum bisa menilai, semua lagi persiapan juga. Kemarin Arema main home, mereka main draw di uji coba, Bhayangkara main home kalah sama Makassar. Jadi belum diprediksi, mereka masih persiapan seperti kita," tuturnya.

Adanya Turnamen Piala Gubernur Jawa Timur Februari ini jadi ajang ia melihat kekuatan tim rival. Sebanyak tujuh klub Liga 1 akan berpartisipasi di sana yakni Arema FC, Persija, Persela, Madura United, Persebaya, Persik, dan Bhayangkara FC. "Ada turnamen sebentar lagi Piala Jatim kita bisa lihat tim mereka seperti apa, kita akan tahu sedikitnya di sana," kata dia.

8. Teja Paku Alam

Musim 2020 akan menjadi tantangan bagi kiper Persib,Teja Paku Alam. Kiper asal tanah Sumatera ini untuk pertama kali pertama membela tim di luar pulau kelahirannya. Kondisi itu membuatnya harus melipatgandakan mental dan motivasi.

Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam. (instagram/@persib_official)

Kiper yang pernah mengenyam pendidikan bersama PPLP Sumatera Barat ini mangawali karier profesionalnya bersama Sriwijaya FC pada tahun 2013. Setelah enam musim membela tim asal Palembang, dia hijrah membela Semen Padang pada tahun 2019.

Lahir di Painan, 14 Maret 1994, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Yusman ZK dan Haldihpul Dewi Putri ini, pada tahun 2011 hingga 2013, terpilih dalam tim SAD yang berguru ke Uruguay.

Berbagai pengalaman itu membuatnya menjadi kiper pilihan pertama di Sriwijaya FC maupun Semen Padang. Musim 2019 dia tampil sebanyak 25 laga selama 2.250 menit bersama Semen Padang. Sementara saat membela Sriwijaya FC dari 2013-2018, pemain bernomor punggung 34 ini tampil selama 5.228 dalam 60 laga.

Bersama Tim Nasional Indonesia, Teja juga turut mengantarkan Indonesia meraih posisi kedua AFF Championship 2016. Terakhir dia menjadi bagian Tim Merah Putih saat kualifikasi Piala Dunia 2022 di Qatar pada tahun 2019 lalu.

Berbekal pengalaman tersebut, Persib punya banyak harapan buat Teja. Dia pun mendapat kontrak selama dua musim ke depan. Kondisi itu membuat Persib kini memiliki lima kiper di bawah mistar, yakni I Made Wirawan, Aqil Savik, Dhika Bayangkara, Teja Paku Alam dan M. Natshir yang masih dalam pemulihan cedera.

"Insya Allah kalau dipercaya main, saya ingin memberikan penampilan terbaik. Mudah-mudahan bisa menjawab harapan bobotoh," kata Teja.

Selanjutnya: Gian Zola dan Teja Paku Alam

9. Gian Zola

Gelandang Persib Gian Zola menatap asa baru menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2020. Zola yang musim lalu kerap absen membela Maung Bandung karena sejumlah kesibukan di luar sepakbola, kini siap kembali berkonsentrasi.

Meski harus bersaing dengan nama-nama tenar di lini tengah seperti, Omid Nazari, Dedi Kusnandar, hingga Abdul Aziz, pemain bernomor punggung 18 ini mengaku optimistis. "Namanya bersaing itu pasti ada dalam setiap tim. Alhamdulilah sekarang sudah fokus lagi dan siap menjawab kepercayaan pelatih (Robert Alberts)," tegas kakak kandung Beckham Putra Nugraha ini.

Zola kini sudah memperpanjang kontraknya bersama Persib untuk dua musim ke depan. Hal tersebut tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi pria asli Gedebage tersebut. "Pasti saya ingin memberikan yang terbaik untuk Persib. Saya yakin musim 2020 ini bakal jauh lebih baik dari musim 2019," kata dia.

10. Dedi Kusnandar

Menjadi pemain Persib adalah impian Dedi Kusnandar sejak kecil. Namun hal itu tak dicapainya dengan mudah. Perjalanan yang penuh lika-liku harus dilewati pemain yang akrab disapa Dado tersebut.

Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar. (Instagram/@persib_official)

Pria kelahiran Kabupaten Sumedang, 23 Juli 1991 ini mengawali langkahnya menjadi pemain sepakbola sejak bermain untuk Sekolah Sepakbola UNI Bandung. Berkat kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar, Dado pun mendapatkan kesempatan bergabung dengan Persib U-21 pada tahun 2005.

Di tahun 2008, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini hijrah ke klub Pelita Jaya U-21. Di sana ia justru berhasil memperlihatkan kepiawaiannya dengan menjadi pemain terbaik Liga Super Indonesia U-21 2009 dan membawa juara menjadi Pelita Jaya.

Pencapaian tersebut membuat Dado ditarik ke skuat senior Pelita Jaya dan sempat berkelana ke sejumlah klub besar seperti Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya, sebelum akhirnya berlabuh ke PERSIB pada tahun 2015.

Selain di klub, pemain yang identik dengan nomor punggung 11 ini juga mendapat kepercayaan bermain bersama Tim Nasional. Dado memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 di ajang Asian Games 2014. Saat itu Dado menjadi kapten bagi timnya.

Tahun 2015 adalah puncak pencapaian tertinggi Dado bersama PERSIB. Ia sukses membawa tim kebanggaannya itu menjadi juara dalam turnamen Piala Presiden 2015.

Dado terpaksa bertualang lagi pada tahun 2016. Sebab, di kompetisi di tanah air mendapat skorsing dari FIFA. Ia pun memutuskan untuk hengkang ke klub asal Malaysia, Sabah FA dan sempat menjadi kapten bagi timnya.

Walau ditawari perpanjangan kontrak oleh Sabah FA, Dado memilih kembali ke Persib sampai dengan hari ini.

Dado dikenal sebagai gelandang tengah yang dinamis. Selain mahir dalam memberikan umpan, ia juga cekatan dalam memutus serangan lawan. Keseimbangan dan ketenangannya itulah yang membuat setiap pelatih senantiasa memakai jasanya.

Bersama Persib, Dado sudah mengumpulkan 67 caps. Namun, ada sebuah ambisinya selama ini yang belum kunjung terwujud. Yaitu membawa Pangeran Biru menjadi juara liga. “Persib adalah klub tanah kelahiran saya. Rasa cinta yang membawa saya ke sini. Pastinya, saya selalu siap berjuang untuk tim ini dan membawa Persib ke podium juara,” kata dia.

PERSIB.CO.ID | ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT