Liga 1: Arema FC Waspadai Serangan Balik PSIS Semarang
TEMPO.CO | 07/12/2019 12:30
Arema FC. (liga-indonesia.id)
Arema FC. (liga-indonesia.id)

TEMPO.CO, Magelang - Arema FC akan manjalani laga tandang melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2019. Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku mewaspadai serangan balik PSIS di pertandingan yang bakal digelar di Stadion Moch Soebroto, Ahad, 8 Desember 2019, pukul 15.30 WIB.

Menurut dia, PSIS akan berusaha meraih kemenangan di kandang karena tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut berada di posisi 14 klasemen sementara. PSIS hanya berada dua strip di atas zona degradasi dengan poin 37 dari 30 pertandingan.

Meskipun posisi di klasemen terpaut jauh, Milo mengatakan tidak meremehkan PSIS. Menurut dia, PSIS merupakan tim kuat terlebih ketika main di kandang. Terbukti, juara Liga 1 tahun ini, Bali United, mampu PSIS kalahkan. “Mereka punya beberapa kelebihan untuk pertandingan hari ini dan kami otomatis mewaspadai dari duel dan counter attack,” ujar Milo, Sabtu, 7 Desember 2019.

Bertindak sebagai tim tuan rumah, Milo menyebut, PSIS juga diuntungkan dengan dukungan suporter. PSIS memang memiliki dua kelompok suporter yang dikenal militan yaitu Panser Biru dan Snex.

Milo bertekad Arema akan mampu mencuri poin dari laga tandang besok. Di sisa pertandingan musim ini, Singo Edan hanya memiliki sisa satu laga kandang melawan Bali United. “Kami akan bermain disiplin karena menginginkan hasil yang baik di pertandingan nanti,” ucap dia.

Ujung tombak Arema FC Sylvano Comvalius mengatakan telah mengetahui gaya permainan PSIS. Musim ini PSIS dan Arema FC tercatat telah dua kali bersua, yaitu pada kompetisi pramusim dan putaran pertama Liga 1. Saat putaran pertama PSIS mampu mencuri satu poin dalam laga yang digelar di Malang.

“Kami tahu kualitas yang dimiliki PSIS Semarang. Besok pertandingan tidak akan mudah tetapi kami akan memberikan yang terbaik untuk bisa mengambil poin,” kata Comvalius.

Meskipun menjadi andalan di lini depan Arema FC, Comvalius baru mencetak lima gol. Ia kalah bersaing dibandingkan Makan Konate yang berposisi gelandang dengan 16 gol. Namun ia menanggapi dengan santai. Menurut dia sepak bola merupakan permainan tim bukan individu.

“Di sepak bola orang sering melihat secara individual, melihat gol salah satu pemain. Ketika tidak mencetak gol dianggap jelek,” ujar Comvalius.

JAMAL A. NASHR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT