La Nyalla Pertanyakan KLB PSSI 2 November, Ini Reaksi Arif Putra
TEMPO.CO | 28/10/2019 08:51
Logo PSSI. (pssi.org)
Logo PSSI. (pssi.org)

TEMPO.CO, Jakarta - Calon Ketua Umum PSSI, Arif Putra Wicaksono, menyerahkan keputusan penetapan waktu penyelengaran Kongres Luar Biasa PSSI atau KLB PSSI ke Komite Pemilihan. Ia juga menyebutkan tidak mau mempersoalkan waktu pelaksanaan seperti calon ketua lainnya, yakni La Nyalla Mattalitti. "Kalau saya mengikuti ketentuan dari komite pemilihan saja," kata dia kepada Tempo, Senin, 28 Oktober 2019.

Mengenai komunikasi antara PSSI dan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), kata Arif tidak terlalu mengetahui secara detail. Sepengetahuannya dari surat FIFA tanggal 7 Agustus 2019 itu menyebutkan pelaksanaan kongres dianjurkan pada 25 Januari 2020 dan jika ada perubahan harus dijelaskan alasannya. "Mungkin dari situ, PSSI sudah bersurat lagi ke FIFA," kata dia.

Ia menambahkan bahwa waktu pelaksanaan sempat juga dipertanyakan oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto. Setelah dijelaskan oleh PSSI, tidak ada lagi tanggapan dari Sesmenpora.

Sebagai calon ketua, kata Arif, dirinya mendapat surat edaran melalui email dengan lampiran surat dari FIFA ke PSSI.
"Surat menyebutkan mereka (FIFA) akan hadir di kongres tanggal 2 November," ucap dia.

Sebelumnya, salah satu calon ketua umum PSSI periode 2019-2023 La Nyalla Mattalitti menolak untuk hadir dan terlibat dalam kongres pemilihan Exco PSSI 2019-2023, yakni satu ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota Exco, karena menurut dia bermasalah (not clear).

Menurut La Nyalla, kongres itu seharusnya berlangsung pada 25 Januari 2020, sesuai kesepakatan awal PSSI dengan FIFA serta AFC.

Sebab, jika berlangsung 2 November, artinya para pemilik suara yang memilih Exco adalah pemilih hasil kompetisi liga 2018. Idealnya, menurut La Nyalla, Exco PSSI 2019-2023 dipilih oleh pemilih dengan anggota tim-tim dari liga tahun 2019.

Voter baru tahun 2019 itu baru terlihat di akhir kompetisi nanti di bulan Desember 2019 setelah ada promosi degradasi. Ini nantinya bisa bermasalah karena voter baru mungkin saja mempermasalahkan kepemimpinan terpilih. Nanti pasti ada KLB lagi, ribut lagi. Kapan selesainya permasalahan PSSI ini,” tutur pria yang juga Ketua DPD RI periode 2019-2024 tersebut.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT