Liga 2: PSIM Vs Persis: Gonzalez dan Witan Sulaiman Siap Main
TEMPO.CO | 20/10/2019 13:25
Pelatih PSIM Yogya Liestiadi berjabat erat dengan pelatih Persis Solo Salahudin (bertopi) sebelum menjalani laga lanjutan Liga 2 di Stadion Mandala Krida Senin, 21 Oktober 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono
Pelatih PSIM Yogya Liestiadi berjabat erat dengan pelatih Persis Solo Salahudin (bertopi) sebelum menjalani laga lanjutan Liga 2 di Stadion Mandala Krida Senin, 21 Oktober 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Laga lanjutan Liga 2 2019 yang menyajikan Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, besok, Senin 21 Oktober, diprediksikan bakal berlangsung sengit sejak babak awal hingga akhir.

Bagaimana tidak partai ini menjadi laga terakhir yang menjadi penentu untuk dua tim memperbesar peluang lolos delapan besar dari grup timur. Walau tetap bergantung hasil laga partai lain, yakni PSBS Biak versus Martapura FC pada hari yang sama.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Liestiadi, menjanjikan pertandingan besok skuadnya bakal memberikan permainan yang lebih atraktif dan enak ditonton.

"Dengan tetap menjaga semangat fairplay, kami ingin laga besok bisa meraih poin penuh di kandang dan permainannya juga menarik," ujar Liestiadi, Minggu 20 Oktober 2019. Liestiadi menuturkan ada tiga pemain Laskar Mataram yang dipastikan absen, yakni Julius Bate dan Agung Pribadi yang masih cedera serta Hendra Wijaya yang terkena sanksi akumulasi kartu.

Namun, absennya tiga pilar itu terobati dengan sudah kembalinya Cristian Gonzales serta Witan Sulaeman yang menjadi daya gedor lini depan pada laga ini. "Gonzales dan Witan akan membuat lini depan kami makin kuat," ujar Liestiadi.

Namun, Liestiadi mengakui Persis juga bukan lawan enteng. Terbukti saat menang melawan PSBS Biak 3-0 lalu. "Pemain sudah saya simulasikan tadi,  paparkan permainan Solo seperti apa yang musti diantisipasi," ujarnya.

Liestiadi mengatakan mereka pun juga dalam kondisi mental bagus pasca menang lawan Persatu Tuban dengan skor 2-0 pada 13 Oktober lalu. Menurutnya, gaya permainan saat kemenangan memlawan Tuban dan juga susunan 11 pemain stater saat itu akan digunakan lagi pada Derby Mataram ini.

"Kami sudah punya style sendiri, bagaimana style saat lawan Tuban, itu dipertahankan, kekurangan juga diperbaiki. Jadi tidak usah lihat cara bermain Solo, mereka yang harus mewaspadai kami. Secara taktik dan strategi anak-anak sudah siap tempur," ujarnya.

Menurut Liestiadi, Solo dengan pelatih barunya saat ini, Salahudin, lebih menekankan kekuatan fisik pemain.

"Jadi kemungkinan laga besok berjalan alot karena Solo juga punya asa untuk lolos delapan besar sama dengan kami. Jadi siapapun pemenang besok lolos ke 8 besar itu ada, dengan catatan Martapura kalah dari Biak," ujarnya.

"Solo punya harapan lolos 8 besar mereka pasti akan berjuang habis-habisan. Tapi, sebagai tuan rumah kami akan habis habisan juga mempertahankan marwah dan harga diri kami, bahwa ini adalah bumi Yogyakarta. Jadi ini di kandang, tidak seharusya tim lawan mencuri poin dari kami," Listiadi menambahkan.

Pemain PSIM Yogyakarta, Ivan Febrianto, mengatakan sudah sepakat untuk menjaga asa lolos ke 8 besar. "Mau tidak mau kami harus menang. Tentunya dengan persiapan dari pelatih," ujarnya.

PRIBADI WICAKSONO

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT