PSSI Batalkan Calon Anggota Exco Yang Tidak Serius
TEMPO.CO | 10/10/2019 22:28
Komite Pemilihan PSSI mengumumkan 10 nama calon ketua umum yang lolos verifikasi di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.TEMPO/Irsyan
Komite Pemilihan PSSI mengumumkan 10 nama calon ketua umum yang lolos verifikasi di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Pemilihan mengumumkan delapan calon Ketua Umum PSSI yang lolos seleksi. Anggota Komite Pemilihan, Budiman Dalimunthe menyebutkan daftar nama yang lolos yakni Aven S Hinelo, Bernhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemy Francis, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Lalu Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, dan Vijaya Fitriyasa.

Sementara itu ada tiga orang yang tidak lolos, tapi mendapatkan kesempatan melakukan banding. Mereka adalah Arif Putra Wicaksono, Sarman, dan Yesayas Oktavianus.

Budiman juga mengumumkan para bakal calon wakil ketua umum yang lolos seleksi. Dari 21 nama Komite Pemilihan menetap 13 nama yang melaju ke tahap penjaringan selanjutnya.

Mereka adalah Aven Hinelo, Benny Erwin, Cucu Somantri, Jamal Aziz, Doli Sinomba Siregar. Lalu ada Esti Puji Lestari, Hasnuryadi Sulaiman, Hinca Panjaitan, Iwan Budianto, Jackson Kumaat, M Khusnaeni, Tri Goestoro, dan Vijaya Fitriyasa.

Sedangkan bakal calon wakil ketua umum yang tidak lolos terbagi dua kelompok. Kelompok pertama ialah kandidat yang tidak lolos dan tidak mendapat kesempatan melakukan banding. Mereka adalah Ahmad Riyadh, Augie Benyamin, Budi Setiawan, Gusti Randa, Sally Atyasasmi, dan Wardy Ashari Siagian.

"Yang tidak lolos dan boleh banding yaitu Doni Setiabudi dan Yesayas Oktavianus," ungkap Budiman di Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

Ketua Komite Pemilihan PSSI, Syarif Bastaman, menyebutkan alasan bakal calon yang tidak mendapat kesempatan banding terjadi akibat menyatakan diri tidak bersedia menjadi calon. Namun, ternyata ada pemilik suara PSSI (voter) yang mencalon nama tersebut.

Mereka, kata dia, tidak menyerahkan formulir A1 berupa pernyataan kesediaan dicalonkan dan formulir A2 yakni pernyataan siap memenuhi persyaratan. "Nah, kalau menurut saya itu tidak serius. Jadi jangan banding," kata Syarif.

Alasan lain tidak boleh banding, lanjut Syarif, karena calon yang dinyatakan terjerat kasus hukum. "Kedua juga yang tidak bisa banding manakala dia punya keputusan dari pengadilan bahwa yang bersangkutan adalah seorang terpidana misalnya," ungkap dia.

Syarif menyebutkan calon yang bisa banding karena hanya tersangkut persoalan administrasi. Umumnya, administrasi yang membuat kandidat terhambat ialah masa kepengurusan lima tahun di PSSI.

"Sekali lagi masa kerja ini kami mendasarkan kepada data base yang sudah diberikan oleh Sekjen kepada kami tentang konfirmasi masa kerja lima tahun dari orang-orang tersebut. Maka yang dianggap tidak sampai lima tahun itu tidak memenuhi syarat," kata Syarif.

Untuk bakal calon anggota Komite Eksekutif (Exco), Budiman menambahkan dari 91 nama yang terdaftar di formulir deklarasi terdapat 70 nama yang dinyatakan lolos. "Ada 20 nama tidak lolos dan tidak diizinkan banding. Satu orang boleh banding," kata Budiman.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT