Respons Simom McMenemy Setelah Suporter Timnas Memintanya Out
TEMPO.CO | 11/09/2019 05:31
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 2 September 2019. Pemusatan latihan tersebut merupakn persiapan jelang melawan timnas Malaysia. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat sesi latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 2 September 2019. Pemusatan latihan tersebut merupakn persiapan jelang melawan timnas Malaysia. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta- Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, maklum dengan kekecewaan suporter setelah Skuat Garuda menerima dua kekalahan kandang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Juru taktik asal Skotlandia mengatakan, pendukung Timnas tentu punya pandangan sendiri mengenai kekalahan dari Malaysia dan Thailand.

"Saya di sini mewakili 250 juta penduduk dan mungkin tidak semuanya punya opini yang sama dengan saya dan saya tahu ini adalah sepak bola, ya memang seperti," ujar McMenemy seusai laga melawan Thailand.

Indonesia ditaklukkan Thailand dengan skor 0-3 dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, itu, Selasa, 10 September 2019. Seusai laga suporter serempak meneriakkan "Simon Out". Suporter juga meneriaki pemain timnas ketika memasuki ruang ganti seusai laga. "Ouuuuuuuuu," suara suporter terdengar ke seluruh Stadion GBK.

Pelatih berusia 41 tahun ini telah memprediksi bahwa permintaan dirinya meninggalkan Timnas bakal muncul ketika harapan suporter tidak sesuai kenyataan. Tapi ia menyesalkan ulah suporter yang mencemooh pemain timnas ketika sedang berjuang melawan Thailand yang memiliki skuad jauh lebih baik.

"Jangan lupa pemain Thailand, salah satunya adalah pemain terbaik di Liga Jepang. jangan lupa pemain itu kelelahan dengan jadwal yang begitu padat," kata McMenemy.

Ia mengaku kaget juga dengan cemoohaan suporter yang meneriakinya dengan kata Simon Out usai laga. Mantan pelatih Timna Filipina ini mengatakan terkadang ekspektasi suporter tidak realitisis untuk diwujudkan.

"Kalau memang mau realistis ayo kita coba. Kalau memang suporter mengeluh kita tidak menang (kualifikasi) Piala Dunia, mungkin kita tidak berada pandangan yang sama," ungkap dia.

Karena dua kekalahan beruntun, Timnas Indonesia belum meraih nilai dan terpuruk di dasar klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT