Bursa Transfer: Ini Alasan PSG Jual Mahal Neymar
TEMPO.CO | 14/08/2019 22:13
Pemain PSG, Juan Bernat, melakukan selebrasi bersama rekannya Neymar setelah mencetak gol ke gawang Liverpool dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 29 November 2018. PSG berhasil kalahkan Liverpool 2-1. REUTERS/Benoit Tessie
Pemain PSG, Juan Bernat, melakukan selebrasi bersama rekannya Neymar setelah mencetak gol ke gawang Liverpool dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 29 November 2018. PSG berhasil kalahkan Liverpool 2-1. REUTERS/Benoit Tessier

TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah laporan mengungkapkan bahwa usaha Paris Saint-Germain (PSG) untuk menjual Neymar dengan harga tinggi terkait alasan kebutuhan finansial. Mereka ingin memiliki uang cukup untuk mendatangkan Paulo Dybala yang saat ini membela Juventus.

Hingga saat ini Barcelona masih menjadi yang terdepan dalam menawar Neymar. Meskipun sudah mendapatkan pemain baru, Frenkie De Jong dari Ajax dan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid, Barca masih ingin mendatangkan Neymar demi meraih trofi Liga Champions, seperti pada 2015 saat masih ditangani Luis Enrique.

Karena PSG memasang harga tinggi untuk Neymar, Barcelona mengajukan penawaran berupa status pinjaman selama semusim sebelum kemudian membayar penuh. Tawaran Barcelona ditolak oleh PSG.

Klub asal Prancis itu membutuhkan uang sekitar 92 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,58 triliun untuk menebus Dybala. Setelah Juventus ditangani Maurizio Sarri, Dybala cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan ketimbang dimainkan. Pada bursa transfer pemain musim panas ini, beberapa klub tertarik memboyongnya. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan.

Setelah tawaran dari Barcelona ditolak PSG, Real Madrid muncul dengan penawarannya untuk mendatangkan Neymar. Madrid dikabarkan menawarkan pemainnya dan uang tebusan agar bisa memboyong penyerang asal Brasil itu.

Ketika Neymar belum juga bisa dijual, pelatih PSG, Thomas Tuchel sudah memikirkan hal terburuk, yaitu tidak ada Neymar dan Dybala di timnya untuk musim depan. "Kenyataannya adalah kami harus menemukan solusi tanpa Neymar,” ujar Tuchel.

Ia mengatakan, tidak mungkin timnya menemukan pemain pengganti yang memiliki talenta seperti Neymar. Namun ia tetap harus realistis. “Saya tidak punya berita (tentang masa depan Neymar), itu bisa menjadi kabar baik. Dia (Neymar) mungkin tinggal. Tapi ini belum berakhir, kami harus realistis,” katanya.

Secara pribadi, Tuchel mengaku dirinya tidak memiliki masalah dengan Neymar. "Saya suka Neymar, saya ingin terus bermain dengannya, dengan Kylian [Mbappe] dan dengan semua orang. Jika dia pergi, aku tidak akan tidur,” ucapnya seperti yang dilansir dari express.co.uk.

EXPRESS | CALCIO MERATO | RIDWAN KUSUMA AL-AZIZ

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT