Indra Sjafri Jadi Konsultan Pembinaan Usia Dini PSIM Yogyakarta
TEMPO.CO | 16/06/2019 20:18
Indra Sjafri menjadi konsultan pemain usia dini PSIM Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Indra Sjafri menjadi konsultan pemain usia dini PSIM Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri, dipastikan akan menjadi konsultan resmi untuk pembinaan pemain usia dini tim Liga 2, PSIM Yogyakarta

Hal itu ditegaskan Indra saat ikut menghadiri pra launching pemain PSIM jelang Liga 2 di Wisma PSIM Yogya Minggu 16 Juni 2019 sore.

Lantas, apa alasan Indra mau menerima tawaran itu? "Alasan pertama, saya sekarang asli orang Yogya, keluarga saya di Yogya, sejak 2009 saya sudah ber KTP Yogya karena memang kepingin banget tinggal di sini," ujar Indra.

Baca: Liga 2: PSIM Yogyakarta Berani Jor-joran Demi Promosi ke Liga 1

Indra mengaku sejak tawaran menjadi konsultan di PSIM itu datang, secara pribadi pihaknya tak asal menerima.

"Namun saya punya pengalaman di klub Bali United untuk pembinaan usia muda. Visi misi saya saat itu saya letakkan untuk kemaslahatan sepak bola Bali. Itu tolak ukurnya saya juga menerima (menjadi konsultan) usia dini di PSIM," ujarnya.

Indra mengaku dengan posisinya di PSIM, ia ingin klub kasta dua itu semakin memberi warna dan manfaat serta kemaslahatan bagi pecinta sepakbola Yogya.

"Apa ukurannya? Suatu saat saya mau PSIM itu diisi potensi terbaik dari Yogya. Bukan terbalik, kalau bisa berlaku di semua klub hal seperti itu," ujarnya.

Indra mencontohkan, saat menangani usia dini di Bali United, ia memulangkan orang-orang Bali, untuk melakukan pembinaan usia mudanya. "Tak akan lahir pemain berkualitas kalau tidak ada pembinaan," ujarnya.

Indra mengatakan dengan ikut menjadi konsultan pada pendidikan usia dini, ia berharap lima tahun ke depan muncul pemain-pemain terbaik Yogya yang berseragam PSIM. "Potensi PSIM besar untuk dikembangkan sebagai industri sepakbola di tanah air, banyak faktor pendukungnya," ujar Indra.

Salah satu faktor yang tak bisa dihilangkan dari PSIM soal kesejarahannya yang lahir di Kota Yogya. "Lahirnya PSSI tak bisa diklaim daerah lain, PSSI lahir di Yogya, dengan histori itu banyak hal yang bisa kita buat di Yogyakarta," ujarnya.

Selain itu, PSIM sebagai klub tua juga disebut Indra sudah mapan dengan pendukung militannya. "Di Bali suporter baru ada. Di Yogya sudah ada dari dulu, sangat mengakar dan rasa memiliki pada PSIM saya lihat luar biasa," ujarnya.

Indra meyakini dengan kuatnya faktor pendukung, PSIM bisa menghidupi dirinya sendiri. Sumbernya dari sponsorship, ticketing, merchandise dan suporter.

CEO PT PSIM Jaya, selaku perusahaan yang menaungi PSIM, Bambang Susanto mengatakan hadirnya Indra Sjafrie untuk PSIM, bukan hal tiba tiba.

"Sebagai mana janji kami di awal, ada empat hal termasuk komitmen kami pada pembinaan pesepak bola usia muda. Dan coach Indra Sjafri akan membantu kami sebagai konsultan pemain usia muda karena beliau masih terikat dengan Timnas U-23 Indonesia," ujarnya.

Bambang menuturkan, ditariknya Indra Sjafri bergabung ke Laskar Mataram tak lepas dari pembinaan usia dini yang kerap kali jadi problem klasik di persepakbolaan nasional.

Tangan dingin pelatih asal Padang tersebut diharapkan dapat melakukan pembinaan berjenjang untuk melahirkan pesepak bola yang benar-benar mumpuni secara skill dan kuat secara mental.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT