Legenda Bola Nasional, Ristomoyo, Bicara Soal Timnas Indonesia
TEMPO.CO | 16/06/2019 19:00
Gelandang Indonesia, Evan Dimas melakukan selebrasi bersama rekannya Andik Vermansah usai mencetak gol ke gawang Vanuatu dalam pertandingan persahabatan Internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019. TEMPO / Hilma
Gelandang Indonesia, Evan Dimas melakukan selebrasi bersama rekannya Andik Vermansah usai mencetak gol ke gawang Vanuatu dalam pertandingan persahabatan Internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain sepak bola Indonesia pertama yang berkiprah di luar negeri, Ristomoyo Kassim, menyoroti Timnas Indonesia yang akan berjuang di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Ia berharap Indonesia yang ditangani pelatih Simon McMenemy dapat berjuang maksimal meski berpotensi tergabung dalam grup berat bareng para raksasa Asia seperti Jepang, Arab Saudi, Iran, atau Cina.

“Apa pun bagi saya untuk timnas. Selamat berjuang. Buatlah yang terbaik untuk Indonesia,” kata Ristomoyo kepada Indosport, Ahad, 16 Juni 2019.

“Tim kami dulu pun bukanlah yang terbaik. Jadi, untuk tim sekarang buatlah sejarah di eramu,” lanjut pemain yang pernah sukses menjuarai Piala Malaysia 1986 bersama Selangor FA, sebelum Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Timnas di era Ristomoyo yang dilatih Sinyo Aliandoe pernah nyaris lolos ke Piala Dunia 1986. Pada babak kualifikasi Zona B AFC melawan Korea Selatan, Timnas Indonesia kalah dengan agregat 1-6.

Selain menyoroti kiprah timnas, Ristomoyo juga mengajak pemain Indonesia untuk berani merambah kawasan Asia Tenggara seperti Yanto Basna dan Saddil Ramdani. Dia menekankan pentingnya bersaing di luar negeri sebagai pemain asing.

Ristomoyo melanjutkan, “Saran saya untuk mereka yang bermain di luar Indonesia, ya harus siap semua, terutama mental karena klub juga menginginkan pemain impor lebih bagus prestasinya dibanding pemain lokal.”

“Memang ada klub yang hanya sekadar mengisi kuota pemain asing dari ASEAN. Pokoknya jangan kendor. Latihan, latihan, dan latihan pasti akan membawa hasil,” kata Ristomoyo.

Di timnas Indonesia, Yanto Basna menjadi satu-satunya pemain yang berkarier di luar negeri. Bek asal Papua itu membela klub kasta tertinggi Liga Thailand, PTT Rayong.

INDOSPORT


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT