Wasit Kontroversial Damir Skomina Pimpin Final Liga Champions
TEMPO.CO | 15/05/2019 03:00
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp memprotes keputusan wasit, referee Damir Skomina saat tim asuhannya berlaga melawan Villarreal pada leg pertama babak semifinal Liga Eropa di stadion El Madrigal, Villarreal, Spanyol, 28 April 2016. REUTERS
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp memprotes keputusan wasit, referee Damir Skomina saat tim asuhannya berlaga melawan Villarreal pada leg pertama babak semifinal Liga Eropa di stadion El Madrigal, Villarreal, Spanyol, 28 April 2016. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Wasit Damir Skomina dipastikan akan memimpin laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool. Terlepas dari sejumlah keputusan kontroversial yang pernah dia buat, Badan Sepak Bola Eropa UEFA tetap memberikan kepercayaan terhadap wasit berusia 42 tahun tersebut.

Skomina akan memimpin laga final Liga Champions untuk pertama kali dalam karirnya di dunia perwasitan. Sebelumnya, laga terbesar yang pernah dipimpin Skomina adalah final Liga Eropa 2017 antara Ajax Amsterdam kontra Manchester United. Dia juga pernah memimpin laga Piala Super Eropa antara Chelsea vs Atletico Madrid pada 2012 lalu.

Rekam jejak Skomina penuh dengan kontroversi. Jose Mourinho pernah marah-marah kepadanya ketika menghadapi Dynamo Kiev di ajang Liga Eropa 2015 lalu. Mourinho menyebut Skomina sebagai wasit yang lemah dan naif karena tak memberikan timnya penalti atas pelanggaran yang dilakukan pemain Kiev.

Musim lalu, Chelsea juga pernah mendapat keapesan saat dipimpin Skomina. Pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Barcelona, Chelsea tak mendapatkan penalti saat Gerard Pique melanggar Marcos Alonso di kotak penalti. Laga itu berakhir 1-1 namun Chelsea tersingkir karena kalah 0-3 pada laga kedua di Stadion Camp Nou.

Bagi Liverpool sendiri, Skomina justru memberikan keuntungan musim lalu. Pada laga kedua semifinal di markas AS Roma, Liverpool seharusnya kalah telak jika Skomina tegas.

Editor Corriere dello Sport, Alessandro Vocalelli, menyatakan bahwa Skomina seharusnya memberikan setidaknya dua penalti untuk AS Roma dan sejumlah kartu merah untuk pemain Liverpool. Meskipun menang 4-2 pada laga itu, AS Roma gagal melaju ke partai final karena kalah 2-5 pada laga pertama.

"Sebuah pertandingan yang hampir sempurna dirusak wasit," tulis Vocalelli setelah laga, seperti diwartakan The Guardian. Presiden AS Roma, James Pallotta bahkan menyebut kinerja sang wasit sebagai sebuah lelucon. Pallotta sampai menyuarakan permintaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang musim lalu belum dipakai di Liga Champions.

Musim ini, Skomina tercatat pernah satu kali memimpin laga Liverpool di Liga Champions. Saat itu Liverpool menang 1-0 atas Napoli di Stadion Anfield pada laga babak penyisihan grup. Meskipun demikian, Liverpool tercatat pernah merasakan empat kekalahan ketika dipimpin Skomina.

Bagi Tottenham Hotspur, Skomina adalah mimpi buruk. Satu-satunya laga Tottenham ketika ditangani Skomina adalah pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions 2013-2014. Bermain di kandang Benfica, Tottenham seharusnya mendapatkan penalti ketika Harry Kane dilanggar oleh Guilherme Siqueira.

Skomina mengabaikan pelanggaran tersebut dan malah memberikan Benfica tendangan penalti beberapa saat kemudian. Laga itu berakhir imbang 2-2 namun Tottenham gugur karena kalah 1-3 pada laga pertama.

Harapan bahwa keputusan kontroversial Skomina akan berkurang terletak pada penerapan VAR di Liga Champions musim ini. Meskipun demikian Skomina membuktikan bahwa penerapan VAR tak bisa melepaskan kontroversi pada pertandingan sepak bola.

Buktinya adalah ketika dia menganulir satu gol Ajax Amsterdam ke gawang Real Madrid pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions musim ini. Gol itu dianulir karena Skomina menganggap pemain Ajax Amsterdam menghalangi pergerakan penjaga gawang Thibaut Courtois saat mencoba meninju bola. Ajax kalah 1-2 pada laga itu namun lolos setelah menang 4-1 pada laga kedua di Stadion Santiago Bernabeu.

Jejak kontroversial Skomina tersebut mungkin akan menjadi salah satu garam yang menambah nikmat laga final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano 2 Juni mendatang. Suporter Liverpool dan suporter Tottenham Hotspur tentu sama-sama cemas karena tak tahu kepada siapa hati si wasit tertambat.

SKY SPORT| GUARDIAN| METRO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT